KESANTUNAN YANG BERSERAKAN

Hamid Basalem
Karya Hamid Basalem Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 November 2016
KESANTUNAN YANG BERSERAKAN

Santun dan Kesantunan adalah sesuatu yang jadi roh pelestari hubungan antar manusia. Makhluk sosial ini sepertinya tak akan bisa menghirup roh kehidupan secara lega, tak akan bisa menatap mentari pagi dengan mata berbinar, tak akan mampu melukis cakrawala jingga dilangit senja, tak akan riuh bersilancar dengan deboran ombak pantai idaman, bila nurani ini kosong dengan nilai Kesantunan. Kecuali bagi mereka yang wajud raganya Insaniah, namun nuraninya kaku sekeras batu.

Sebelum Allah mencipta manusia, DIA menciptakan dunia dengan segala fenomenanya, yang tentunya dunia ini bukanlah Akhirat, bukan Surga dan bukan pula Neraka.  Dunia adalah dunia dengan segala fitrahnya sebagai dunia. Manusia ditempatkan didunia untuk bergumul dengan fitrah insaniah manusia dan juga dunia. Keberagaman, perbedaan, adalah fitrah insaniah hakiki yang hadir, eksis, larut dan bermetamorfosa dengan manusia dan dunia. Kita tentunya akan berpikir dengan sangat bijak untuk menjawab pertanyaan anak kecil bahwa Kenapa Allah menciptakan Setan, Kenapa Allah tidak menciptakan satu Agama saja dimuka bumi ini, bukakah Allah yang Maha Kuasa Pencipta langit, bumi dan semua isinya ? Bukankah Allah menghendaki semua makhluk beriman kepadaNya  ?

Tentunya kita tahu bahwa kesempurnaan wujud manusia ini karena dilengkapi dengan fitur hati nurani, pikir dan rasa, mata dan telinga, empaty dan simpaty yang semuanya itu yang melahirkan kesantunan.  Kesantunan adalah fitrah manusia yang tak boleh hilang ketika dihadapkan dengan fitrah perbedaan.

Dunia adalah kawah candradimuka tempat manusia berjuang mencari eksistensi hakikinya, dimana disini kita pasti akan selalu menemukan karang terjal, gelombang lautan, hempasan badai, luapan lahar maupun fatamorgana. Namun semua itu itu tidak seharusnya melahirkan angkara murka yang mencederai rasa dan kesantunan apabila hati nurani terawat dan terpelihara secara hakiki.

Jangan biarkan Kesantunan tidak mendapat tempat untuk terawat dan terpelihara sehingga ia menjadi berserakan dan melukai fitrah Insaniah, karena perjuangan meraih eksistensi kehidupan membutuhkan kesantunan sejati yang selalu ada dan tidak berserakan.

  • view 190