Terima kasih untuk yang

Fifi Syahrir
Karya Fifi Syahrir Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Juli 2016
Terima kasih untuk yang

Tak terasa yah, sudah lebih setahun saya meninggalkan tempat itu. Malam ini, saat melihat adek sedang berbenah dan merapikan seluruh keperluannya, refleks saja saya juga ikut gusar, hingga akhirnya tersadar, hei sudah lewat hampir setahun, tempat itu tak lagi menjadi tempat saya dan teman-teman bernaung. Tempat itu telah menyelesaikan tugasnya selama kurang lebih enam tahun. Tempat itu telah habis kontraknya untuk saya dan teman-teman yg lain. Saya sontak tersenyum dalam hati, tak terasa waktu bergulir amat cepat. Setahun lebih tak lagi berada di tempat itu, pastinya membawa banyak perubahan bagi saya. Baik itu perubahan seperti kebiasaan atau bahkan cara berpikir. Terkadang bagi saya tempat itu bagai penjara, terkadang seperti bengkel atau bahkan tempat itu juga kadang menjelma menjadi rumah yang paling dirindukan meski yang terucap di bibir hanya keluhan haha.
Tempat itu menyediakan berbagai macam pelajaran, saya lah dan teman-teman yang harus pintar memilih mana pelajaran yang cocok dengan kami dan mana pelajaran yang sungguh tidak usah kami bawa keluar. Tapi itu analogi sederhana yang lahir dari subjektif saya dan siapapun berhak memberi analogi yang berbeda tentang tempat itu. Omong-omong soal tempat itu, saya teramat rindu dengan seluruh kegiatan yang pernah saya "keluhkan" saat masih berada di tempat itu. Rasa-rasanya semua keluhan itu kini menjelma menjadi rindu yang teramat dalam. Saya rindu dengan kegiatan yang dulu saya keluhkan karena hanya itu-itu saja. Mulai dari bangun subuh, sholat di mesjid, belajar mufradat, belajar malam, masuk mahkamah atau bahkan antri panjang di ruang saji. Atau tak jarang sebagai hiburan, ketika remaja di luar sana sibuk mondar mandir mall atau tempat wisata, saya dan teman-teman hanya jogging keliling pondok kala kamis sore atau bahkan ketika remaja di luar sana sibuk berburu dan menonton film film baru di bioskop, saya dan teman-teman yang lain harus puas hanya dengan "nobar" saat malam jum'at itupun film yang dianggap telah memenuhi kriteria sebagai film yang punya nilai "edukasi" haha. Teramat lucu memang. Iya kalian juga bisa bilang itu miris. Tapi bagi saya dan teman-teman atau bahkan semua yang sempat merasakannya, itu semua adalah "keluhan" yang benar-benar menjelma menjadi sebuah "kerinduan". Ada salah satu kutipan A.Fuadi yang menjadi favorit saya yaitu "Berawal dari sebuah keterpaksaan berubah menjadi sebuah kesyukuran" yah dari dulu bahkan hingga detik ini, kutipan ini selalu saya tuliskan di mana-mana dengan harapan, menjadi penyemangat untuk adik-adik yang masih menimba ilmu di tempat itu. Saya sering mengatakan pada mereka, bahwa hargai setiap momen kalian, karena akan tiba hari di mana kalian akan rindu dengan segala momen tersebut tapi sungguh kalian tak bisa apa-apa, syukur saja kalau kalian masih bisa berkunjung kesana untuk kembali bernostalgia, tapi bila jarak telah memisahkan, kalian mungkin hanya bisa merenung, tersenyum, memikirkan kembali sambil sesekali mungkin meneteskan air mata karena waktu yang sama sekali tak bisa diulang kembali. Iya kenangan memang seperti itu adanya. Yang "pernah" hanya akan menjadi "pernah". Yang "pernah" mungkin takkan terulang, bila pun kita memaksa untuk mengulangnya, pasti takkan sama atau bahkan akan menjadi sangat berbeda. Teruntuk adik-adikku hargai setiap momen indah kalian di tempat itu, sesekali mengeluh tak masalah asal jangan menyurutkan semangat belajar kalian. Dan teruntuk kalian, teman-temanku, keluarga keduaku, aku selalu saja mengutuk jarak yang memisahkan kita, hingga akhirnya aku tersadar masing-masing dari kita punya mimpi dan harapan yang berbeda, masing masing dari kita punya cerita-cerita hidup yang kan berbeda pula, jaga kesehatan kalian, mungkin kita kini tak bisa lagi saling menangis, merangkul bahkan tertawa bersama, tapi percayalah di salah satu sudut hati, ada kenangan tentang kita yang tersimpan rapi, mungkin kan dikenang nanti atau mungkin kan kita tangisi setiap hari. Terima kasih untuk yang "pernah" kita lewati :)

  • view 344