Prof. Dr. Blogger, P.hD

Halfi Candra
Karya Halfi Candra Kategori Inspiratif
dipublikasikan 16 Juni 2016
Prof. Dr. Blogger, P.hD

Siapa yang tak kenal dengan google, sebuah mesin pencarian yang hampir memiliki gelar maha tahu tentang segala informasi. Mendengar nama google maka yang terlintas dibenak kita adalah ‘apa pun informasi yang saya butuhkan pasti ada disana’. Pola pikir semacam ini sudah tentu mengakar disetiap benak manusia yang mengkonsumsi internet, terlebih bagi mereka yang tidak bisa hidup tanpa sinyal internet.

Tahukan anda siapa dibalik maha tahunya google? Ya benar sekali, di balik maha tahunya google ada milyaran blogger yang sudah berkontribusi di dalamnya. Setiap kita mencari informasi di google, tentu kita akan disajikan dengan informasi yang telah disediakan oleh blogger. Maka bisa kita simpulkan secara sederhana, bahwa google adalah sebuah mesin pencarian yang menyajikan informasi yang sudah disediakan oleh blogger.

Pertanyaannya, siapa yang lebih utama antara google dengan blogger? Sudah tentu jawabannya adalah blogger. Bukan maksud saya membela para blogger karena saya blogger, tapi bisa kita logikakan, apa yang akan disajikan oleh google manakala tidak ada blogger di dalamnya? Bisa dipastikan apabila tidak ada blogger di balik maha tahunya google, maka google akan menjadi mesin pencarian tanpa tahu apa yang harus dicari.

Nah, disinilah keutamaan blogger. Blogger bukan lagi sebagai wadah untuk mencurahkan isi hati atau sebagai tempat latihan menulis. Di era teknologi seperti ini eksistensi blogger bukan sedemikian itu lagi, melainkan blogger sudah menempati posisi yang terpenting di dunia maya maupun di dunia nyata.

Di dunia maya blogger sudah mempunyai kendali besar atas informasi yang ingin kita dapat melalui google. Artinya informasi-informasi yang akan kita akses kualitas dan validitasnya berada di tangan blogger, sebab mereka adalah pengendali, sedangkan kita adalah penikmat semata. Bisa dikatakan pula informasi yang disajikan oleh blogger bisa pula benar dan bisa pula ‘hoak’.

Tidak hanya itu, blogger juga bisa dijadikan sebagai profokasi politik. Hal ini bisa kita ketahui manakala pra pemilu sedang berlangsung. Disana kita akan mendapati banyak sekali berita ‘hoak’ yang tersebar di internet. Bahkan apa yang disajikan waktu itu tidak tanggung-tanggung, seluruh aib yang seharusnya tersimpan rapat harus tersebarluaskan di internet. Fenomena semacam ini lagi-lagi yang menjadi penggeraknya adalah para blogger hitam.

Di dunia nyata blogger juga tak kalah pentingnya. Bagi sebagian mahasiwa, kehadiran blogger menjadi salah satu anugrah terindah dalam hidup. Bagaimana tidak, tak sedikit mahasiswa yang terlena dengan keinstanan dan kecepatan yang diberikan oleh blogger. Akhirnya budaya ‘copypaste’ yang kian lama diresahkan oleh para Dosen lambat laun sudah mendarah daging di benak mahasiswa.

Dua contoh diatas merupakan sedikit efek negatif manakala informasi di internet telah dipenuhi oleh blogger hitam. Dari sini ada satu PR besar yang harus kita tuntaskan, yakni bagaimana kehadiran blogger mampu memberikan dampak positif bagi diri kita pribadi maupun sekeliling kita?

Saya kira Indonesia memiliki banyak profesor dalam berbagai bidang, terutama dalam pendidikan. Jika mau di data, kita akan menjumpai ratusan profesor dalam bidang keagamaan, sains, sosial, filsafat dan yang lain. Ini menunjukkan sesungguhnya Indonesia bukan negara yang buruk pendidikannya, sebab kita memiliki pengajar yang kompeten dalam bidangnya masing-masing.

Era teknologi seperti ini sudah seharusnya para pengajar kita juga melek akan dunia blogger. Mengapa demikian? Yang pasti, jika blogger tidak dipenuhi oleh pengajar kita, maka maukah kita dikendalikan oleh mereka yang tak bertanggung jawab? Memang tidak ada yang menjamin bahwa ketika para profesor memegang kendali informasi yang ada di internet, kita tidak akan digunjang-ganjingkan dengan informasi ‘hoak’ atau profokasi lainnya, tetapi setidaknya apa yang diberikan nanti kualitas dan validitas lebih terjamin.

Di samping itu kita akan banyak menjumpai nilai postif yang tak terkira manakala para pengajar kita memberikan sedikit kontribusinya untuk dunia blogger. Bisa kita bayangkan bila satu doktor atau profesor memiliki satu blog pribadi, maka berapa ilmu pengetahuan yang bisa kita dapat di google.

Ketika kita membutuhkan informasi dan pengetahuan tambahan, maka cukup bagi kita merujuk ke salah satu profesor atau pengajar yang kita inginkan. Mengenai kualitas dan validitas sudah tentu lebih terjamin dibanding dengan kondisi sekarang. Inilah yang menjadi salah satu tujuan mengapa pengajar kita harus melek blogger.

Memang tradisi tulis menulis para pengajar kita masih mengandalkan buku atau media cetak lainnya. Namun perlu disadari pula bahwa zaman semakin bergerak ke arah teknologi, maka dirasa perlu ada revolusi besar-besaran atas tradisi tulis menulis para pengajar kita. Yang mula mula masih mengandalkan media cetak harus disegerakan untuk hijrah ke media online.

Harapan kita adalah manakala kita mencari informasi di google, sajian yang diberikan google sudah tak perlu lagi ditanyakan mengenai kualitas dan validitasnya. Selanjutnya kita juga berharap para pengajar kita bisa bersikap bijak dalam memberikan informasi, atau dalam kata lain kita akan dijauhkan dari informasi ‘hoak’. Dengan demikian kehidupan maya dan nyata kita akan lebih sejahtera.

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, selama kita berinvestasi ilmu pengetahuan di dunia blogger, maka investasi kita akan terus mengalir sampai dunia tak memerlukan lagi yang namanya internet. Dari sini pula kita akan memperoleh jutaan pahala yang terus mengalir. Bukankah salah satu perkara yang akan terus mengalir pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat?

Kata kunci yang ingin saya tawarkan adalah, satu pengajar satu blogger. Insya Allah dengan demikian apa yang sudah saya sampaikan diatas bisa tercapai tahap demi tahap. Perlu saya ulangi lagi bahwa dibalik kemahatahuan google ada blogger disana. Blogger bukan lagi sebagai wadah mencurahkan isi hati, melainkan sebagai pengendali informasi di dunia maya. Kita juga memahami bahwa saat ini dunia maya juga ikut memegang kendali atas apa yang akan terjadi di dunia nyata. Maka salah satu kuncinya adalah penuhi pengendali itu dengan pengajar yang berkompeten dibidangnya.

Saatnya kita Blogger bergelar Prof. Dr. Blogger, P.hD

  • view 89