“Membahagiakan Orang Tua” Alasan Menolak diajak Menikah. Tinggalkan!

Yudhi Hyd
Karya Yudhi Hyd Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 Februari 2017
“Membahagiakan Orang Tua” Alasan Menolak diajak Menikah. Tinggalkan!

Menikah merupakan momen berharga dalam kehidupan (mungkin) semua orang. Menikah juga mempunyai syarat dan ketentuan baik secara agama maupun secara konstitusional. Mulai dari usia sampai dengan surat menyurat. Namun demikian tidak jarang di lingkungan kita ada semacam peraturan yang dibuat oleh seseorang yang tidak mempunyai landasan yang kuat.

Seringkali kita mendengar banyak alsan yang keluar dari seseorang untuk menolak pernikahan.

“Aku mau membahagiakan kedua orang tua ku dulu, baru menikah. Beri aku waktu”

Ketika anda mendengar alasan semacam ini, anada berhak menanyakan “Apakah orang tua mu tidak bahagia kalau kamu menikah?”

Terkadang alasan itu terlihat semacam keegoisan juga untuk mereka yang mengucapkan. Mereka belum tentu tau yang sebenarnya. Cobalah lihat raut wajah bapak dan ibu, barangkali kalau diberikan cucu akan bahagia. Orang tua mana sih yang tidak senang menimang cucu? kalu begitu mungkin saja menikah adalah gerbang utama membahagiakan orang tua. Lalu mengapa kau tolak? j

Membahagiakan orang tua tidak semata harus dengan materi. Sekali lagi, berikan cucu yang imut, itu juga lebih dari sekedar bahagia. Perihal materi, dicari berdua dengan suami/ istri kan lebih mulia. Nilai ibadahnya bertambah. Menunggu kesuksesan entah kapan kau akan menikah sebab tidak ada yang menjamin kesuksesan yang kau targetkan. Apalagi dengan alasan mencapai sukses, lalu ibadah (menikah) kau tolak.

Baik, tidak berhenti disitu, buat mereka yang memiliki banyak alasan pastilah akan mencari alasan kesana-kemari. Alasan selanjutnya mungkin perihal keuangan. Memang terkadang sedikit harus lebih realistis mengenai finansial. Namun, harus dibedakan antara kewajiban dan gengsi. Menikah itu murah (bukan murahan), namun terkadang gengsinya yang mahal. Apa yang kau cari dari gengsi? Lihat berapa banyak artis yang menikah dengan kemewahan yang super WAH, namun rumah tangganya tidak lebih baik dari mereka yang menikah dengan maha Rp.100.000,-. Kalau begitu masihkah menikah dikatakan mahal? Kalau iya, mungkin itu gengsi.

Sekali lagi, mari berpikir lagi

Ttd,

Yang kepingin menikah

Dilihat 176