Berantas kriminal dengan wakaf? (tentang Wakaf Part 1)

Haifa  Afifah
Karya Haifa  Afifah Kategori Lainnya
dipublikasikan 22 Maret 2018
Berantas kriminal dengan wakaf? (tentang Wakaf Part 1)

Segala sesuatu diciptakan berpasang pasang dan saling berhubungan. Satu masalah muncul akan menciptakan masalah yang lain, begitu sebaliknya, satu solusi terselesaikan, memudahkan kita menyelesaikan masalah lain, meskipun tidak berhubungan. Penyelesaian suatu masalah pun tidak bisa hanya dilihat pada permukaan yang terlihat saja.

Seperti kasus kasus yang selalu ramai di negeri ini, tentang memblokiran pemblokiran beberapa situs atau aplikasi yang diduga mengandung konten pornografi. Apakah solusi itu menyelesaikan masalah yang ada? Atau malah menimbulkan masalah baru?

Disini saya akan membahas bagaimana wakaf pada akhirnya dapat menurunkan angka kriminal di Indonesia.

Apa itu wakaf? Jangan jangan kita sendiri gak tahu wakaf itu apa. Pengetahuan masyarakat umum tentang wakaf hanya terbatas pada benda tidak bergerak seperti wakaf tanah atau gedung. Pengetahuan inilah yang membatasi masyarakat untuk mencoba berwakaf, sebab harga wakaf tanah atau benda benda tidak bergerak lainnya tidak mampu dijangkau oleh mereka. Hanya orang orang dermawan dan kelebihan harta saja yang dirasa mampu berwakaf.

Banyak fasilitas peribadatan yang didapat dari hasil wakaf seorang dermawan. Tahu tidak, wakaf itu termasuk amal yang tidak terputus pahala. Sebab wakaf itu disalurkan kepada bidang sosial yang produktif, terus berjalan dan tidak terputus. Makanya pemanfaatan wakaf banyak di salurkan ke fasilitas sekolah, sarana ibadah dan lainnya. Dimana hal tersebut memiliki nilai manfaat yang tak akan pernah habis.

Sekarang kebayang kan. Kalau kita bisa wakaf dan tersalurkan dengan baik, misalnya untuk pembangunan sekolah, sekolah itu digunakan anak anak belajar, lalu anak anak itu jadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat disekitarnya. Berapa jumlah pahala orang yang sudah mewakafkan hartanya? Tak terhingga.

Secara singkat wakaf itu menyerahkan harta milik pribadi untuk dimanfaatkan secara masal atau sosial. Jadi tanah atau bangunan yang sudah diwakafkan tidak lagi milik perorangan dan harus digunakan untuk kepentingan bersama. Dari berbagai macam artikel dan jurnal ilmiah yang saya baca pada akhirnya pengelolaan wakaf akan banyak mempengaruhi pembangunan umat. Karena wilayah wakaf itu sendiri meliputi pendidikan, ekonomi, budaya dan pemberdayaan masyarakat itu sendiri.

Secara fiqih kan wakaf itu hanya pada benda tak bergerak, sementara benda wakaf itu sendiri menjadi sangat terbatas. Terbatas bendanya, karena tidak mungkin ada penambangan kuantitas. Terbatas pada perberi wakaf nya, sebab hanya orang orang yang memiliki tanah atau kebun saja yang bisa berwakaf.

Berdasarkan definisi wakaf yang terdapat dalam Undang-undang, wakaf pada masa sekarang ini mengakomodir berbagai macam harta benda wakaf termasuk adalah wakaf uang. Secara spesifik, undang-undang tersebut memuat bagian tentang wakaf uang, dimana dalam pasal 28 sampai pasal 31 ialah wakaf uang harus disetor melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama RI. Wakaf uang harus dibuktikan dengan sertifikat1.

Fiqih sangat memungkinkan untuk berubah mengikuti zamannya, yang terpenting hakikatnya sama. Nah dari penyesuaian wakaf ini yang memunculkan jenis wakaf pada macam harta benda termasuk uang. Maka semua orang yang memiliki uang dapat berwakaf.

Sepanjang satu halaman microsoft word dengan font calibri 11 kita udah banyak ngomongin soal wakaf. Sekarang karena ini bukan jurnal maupun artikel yang ilmiah banget. Kita langsung ke intinya aja. Gimana sih wakaf ini bisa memiliki nilai yang banyak sekali manfaatnya.

Saya ingin coba tekankan lagi kalau penyaluran wakaf itu untuk pemanfaatan umum dan tidak dibatas jumlah maupun jangka waktu pemanfaatannya. Itu artinya tanah wakaf atau harta benda yang sudah kita wakafkan akan terus bermanfaat sampai waktu yang tidak terbatas.

Sebelum kita menyinggung judul yang saya angkat. Kita akan banyak membahas penyaluran wakaf yang sudah banyak dilakukan oleh lembaga lembaga wakaf di Indonesia.

......

Sumber Gambar: http://wakafsaham.blogspot.co.id/

  • view 36