Kadang yang telihat oleh manusia hanya sebuah kebohongan  

Haifa  Afifah
Karya Haifa  Afifah Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Februari 2018
Kadang yang telihat oleh manusia hanya sebuah kebohongan   

 

Cobaan berat bagimu kawan, yang hendak ke rumahku untuk sama sama belajar. lantas bumi diguyur hujan yang sangat deras. Semoga tekad dalam hatimu tidaklah surut.

Ah. Sekarang memang sedang hujan, sambil menunggu kata kata dalam racauan pikiran ku keluar, aku menulis beberapa kalimat yang menurutku tidak penting untuk dibaca, tapi penting untuk ku, supaya dapat merangsang pikiran menjadi kalimat kalimat yang mampu difahami, agar membaca juga tidak salah sangka dengan apa yang aku tulis.

Baiklah, aku ingin mengatakan, bahwa Allah sudah memperingatkan kita untuk tidak berbuat riya, melakukan suatu kebaikan untuk mendapat pujian dari orang lain. Iya, riya terjadi ketika kita sedang melakukan kebaikan. Ketahuilah apa yang manusia lihat itu, yang mereka prasangkai itu. Bohong.

Sebab Allah tak akan memberi pahala maupun balasan kebaikan yang telah kita lakukan.

Tapi, memang sulit menghindari riya. Gila iblis itu selalu menghantui pikiran pikiran manusia yang awalnya mungkin tidak bermaksud riya, lantas menjadi riya. Ah. Tapi ya. Butuh proses panjang agar tidak terjadi demikian.

Riya terselip dalam pikiran kita sebab kita sadar akan apa yang kita lakukan, lantas mengamati lantas ingin diamati dan terjadilah riya. Jadi tak perlu lah kita berbuat baik. Cukup lakukan apa yang ingin kita lakukan. Tak peduli apa kata orang. Baik buruk Allah yang menilai bukan?

Bagaimana caranya agar kesalihan kita itu murni,ikhlas, tulus. Ini urusan hati guys. Urusan Tuhan juga bukan aku sebagai orang yang menulis disini. Tapi aku mengamati, orang orang yang aku anggap baik biasanya mereka tidak sadar kalau mereka telah berbuat baik. Kok bisa?

Begini ya, kadang pikiran kita mempengaruhi hati dan niat. Katika ada orang yang perlu ditolong. Orang baik tak pernah berpikir macam macam. Pikiran mereka terpusat untuk menolong orang tersebut dia tak peduli da tak terpikir apapun lagi. Sementara orang yang katanya baik, ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan, ia akan banyak menimbang, berpikir dulu sebelum bertindak. Barulah ia menolong, pikirannya masih jelimet. Iblis perlahan masuk dan berbisik

Pada dasarnya memang harus terbiasa berbuat baik, melakukan yang baik baik tanpa memikirkan bagaimana pandangan orang lain terhadap diri kita. Biarlah itu urusan Tuhan, urusan dia juga yang dengki. Hindari pikiran pikiran yang tidak penting. Fokuskan diri untuk berbuat baik demi mendapat balasan kebaikan yang hanya dari Allah datangnya.

ketahuilah, aku kadang khawatir, suatu hari nanti. entah kapan aku tidak tahu. seseorang akan dengan dan terang dan jelas berkata atau bahkan berteriak seperti ini
"Hay, lihat aku telah membunuh seseorang" 

pahamilah kawan hanya kebaikan yang pantai dipamerkan bukan keburukan. jika hal itu terjadi maka Allah tak akan jadi menutup aibnya itu. apakah orang orang yang membicarakan keburukannya itu menganggap bahwa apa yang dilakukan itu benar?

tapi kebaikan juga harus disembunyikan.
lalu apa yang mesti kita tunjukan kepada orang lain?
hey, hal macam itu tak perlu banyak dipikirkan. biar Tuhan yang menilai. kamu terlalu bego.

  • view 61