Lah, orang orang Saleh. Pacaran kok!

Haifa  Afifah
Karya Haifa  Afifah Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Februari 2018
Lah, orang orang Saleh. Pacaran kok!

Banyak istilah istilah yang dianggap buruk sebab istilah atau kata tersebut digunakan untuk menjelaskan suatu yang terlihat buruk. Sebagian orang mengharamkan pacaran, sebab prilaku orang yang pacaran dinilai buruk di masyarakat. Padahal anggapan saya, memang pacaran seperti itu kebiasaannya. Tak ada yang salah. Hanya pelakunya itu yang belum pantas umur dan syarat untuk pacaran.

Maka, sebagian orang alim menganjurkan bahkan mengharusnya seseorang untuk memacari kekasihnya. Sungguh pahala yang besar untuknya. Begitu aku dengar seorang khatib di salah satu masjid di Bandung.

Bahkan Tuhan  tak pernah melarang kita berduaan, berciuman dengan lawan jenis. Asalkan memenuhi syarat. Biar gak banyak kerugian yang kita terima. Itu fitrah kok Allah pun maklum, maka Allah tetapkan peraturannya supaya kamu tidak menyesal dan tersesat.

Seperti seorang bayi yang baru lahir dianjurkan untuk menangis, semua orang senang saat itu. Tapi diwaktu lain, beberapa bulan setelah itu bayi itu menangis tanpa mau berhenti. Dia pikir orang dewasa itu akan senang sebab ketika dia lahir tak ada orang dewasa yang menolak. Tapi kenyataannya orang dewasa itu, ibunya terlihat sedih dan kebingungan.

Maka setiap kata kerja itu tidak pernah salah, menjadi salah sebab adanya pelaku dan kondisi yang ditentukan kemudian.

Yah. Bolehlah pacaran, asal dengan orang dan waktu yang tepat. Kalau tidak, tanpa dikehendakipun kau akan dapati kerugian yang nantinya akan kau rasakan sendiri. Sebab Allah masih saja memberimu peringatan atau hukuman, supaya kamu tidak terjerumus lebih dalam lagi. Supaya kamu mengerti bahwa Allah masih mengingat kamu.

  • view 78