Bukan Soal Menunggu

Haifa  Afifah
Karya Haifa  Afifah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 Februari 2018
Bukan Soal Menunggu

Perempuan itu masih menunggu, entah sudah berapa hari disitu.

Ini hari Ketiga Aku melihatnya disitu. Membaca buku yang hampir ia selesaikan

Hari keempat, pada hari minggu, perempuan itu memeluk perempuan lain, mungkin temannya, temannya itu bersama Pria jangkung.

Temannya menangis tersedu sedu meminta maaf, tapi si kutu buku itu diam saja dengan pandangan kosong

"kenapa tidak bilang kalau kau masih menunggu"
"aku menunggu dari pagi, sampai Esok nya, sampai ponselku mati kehabisan battery. Bukankah kau berjanji untuk datang?
Aku menunggu sampai kau tiba"

Temannya itu menangis tambah keras dan meminta maaf berkali

"kenapa kau tidak pulang saja, kau tidak lapar? Atau melakukan pekerjaan lain selain menunggu sia sia?" Si kutu buku itu diam saja. Suaranya tenang dan datar

"mau makan tinggal Klik, hidup di Kota tidak susah. Aku tidur dalam keadaan yang sama, aku tidur ketika mengantuk,
aku tak pernah melanggar aturan. Meski seorang polisi pun tak beban mendustai dirinya sendiri"

Temannya itu mulai tenang, ia mengangkat mukanya

"jangan menangis, aku bersyukur kau tidak mati, sebab jika itu terjadi Aku akan membusuk disini." Si kutu buku itu pergi, meninggalkan temannya, Pria jangkung memeluknya.

Besoknya sepulang kerja Aku melihat mereka berdua, tertawa, makan cuangki di taman Kota, tanpa Pria jangkung.

Aku berhenti, mengintip dibalik pohon.

"aku takkan mengulanginya lagi" si teman kembali sendu
"jangan galau begitu, kemarin itu masa lalu, aku sudah melupakannya"
"satu hal lagi" si kutu buku membuat jeda sunyi diantara mereka
"aku tak mau melihat mu bersedih lagi"

Si teman malah menangis dan memeluk si kutu buku.

Si kutu buku membuang muka, wajahnya tak menyirat makna apa apa.

  • view 74