Jiwa yang dicari Pria kerdil

Haifa  Afifah
Karya Haifa  Afifah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 Februari 2018
Jiwa yang dicari Pria kerdil

Pria kerdil menghadiri majlis di kerajaan orang orang berpakaian megah. Pria kerdil hanya memakai kaos berwarna gelap. Tubuhnya agak berkeringat, sebab ketika tamu lain menggunakan sado, ia berlari dengan wajah sumringah.

Tapi ketika berada dimajilis tubuh nya yang sudah kecil, menjadi lebih kecil, kepercayadiriannya hilang.

"Ada jiwa jiwa yang telah hidup, termaktub ditawan seorang Prajurit"
Sang Raja berbicara didepan para Tamu. Pria kerdil tertegun kagum.

"Aku perintahkan sang Putri untuk berkomunikasi dengan jiwa jiwa itu, dua orang Prajurit akan mengawal perjalananmu"

Sang Putri mengangguk. Pria kerdil memandang sang Putri.
Pria kerdil memikirkan sesuatu.

Setelah majlis dibubarkan, Pria kerdil menghampiri sang Putri.

"Aku izin pulang, ke Rumah"
"oh.? Tidak ikut makan siang dulu?"
"Ah, tidak perlu. Saya pamit ya"
"iya, Hati Hati di Jalan"

Sang Putri berdiskusi dengan Tamu Tamu yang Ada disitu, juga tim yang sudah dibentuk tadi.

"kita harus menemukan banyak medium untuk mengumpulkan jiwa jiwa yang terpencar"
Muka nya Tampak serius. Ia sangat bersungguh sungguh.

Pria kerdil tidak pulang ke rumah, ia mencari Jiwa jiwa itu.
Lalu dimana?, ia Lupa bertanya pada Putri.

Pria kerdil akan menikahi Putri, ia takjub dengan keputusan Putri, tapi memang sang Putri sangat sederhana, seperti tak menginginkan apapun lagi. Terlepas ia sudah memiliki segalanya.

Pria kerdil melihat cahaya di kedalaman hutan
"mungkin itu jiwa yang ia cari"
Ia menemukan lembaran lembaran kertas usang.

Ia eja setiap kata yang termaktub, seperti merapalkan mantra.
Pada sebelum berakhir nash. Ia terdiam.
"aku tak merasakan apa apa"

Lalu ia baca lagi, lebih saksama.
Nash hampir berakhir.
Ia kemudian tahu, apa yang membuat nash-nash ini tidak mengeluarkan jiwa Prajurit yang menulisnya.

Pada akhir paragraph. Disana tertulis hurup lebih kecil dari yang lain.
sumber: wikipedia.com

Pria kerdil harus bertanya kepada Putri kenapa jiwa dalam nash Wikipedia.com tidak mengeluarkan jiwa jiwa yang diceritakan sang Raja.

Sang Putri tertawa. Ia berkata kepada Pria kerdil
"mereka tidak menulis dengan jiwanya, kita bahkan tidak pernah tahu siapa Dia sebenarnya"

  • view 98