Sajak Sunyi Ibu Puisi

Haidar Mnz
Karya Haidar Mnz Kategori Puisi
dipublikasikan 23 Juni 2016
Sajak Sunyi Ibu Puisi

Aku menyebutmu puisi dalam puisi
Setiap sajak dibola matamu, ada senja dan malam yang mengepung sunyi, bahkan sunyi yang mengepung dirinya sendiri
Aku yang kau kepung, dalam sunyi malam, atau aku yang dikempung senja sunyi, atas perintahmu sendiri.
Dan kusebut kau sunyi, dalam beberapa puisi bersajak sunyi.
Ini terlalu sunyi, nyi, nyi, nyi dan tap. Kaulah... sunyi puisi.

Atau bahkan terkadang waktu yang membawa puisi  lewat di hidungmu dengan anggun setiap hari
Menari dan bernyanyi dengan dongeng gerimis minggu tadi.
Pagi merah, malam biru dan rembulan lebam sudah dua puluh empat kali datang diwajahmu
Hinggap atau menginap beberapa malam untuk merayu

Tapi aku, menyebutmu puisi dalam puisi
Bagaimana bisa kau bertahan dengan sajak mebosankan ini
Bagaimana bisa kau bertahan dengan imaji yang terulang beberapa kali
Aku bertanya kepadamu puisi,
tentang dirinya yang ada didalam dirimu tadi pagi.

Tentang diri ini, yang diurusnya dari sana, hingga dari sini

Mnz, 24 Juni 2016

  • view 148