Aktivis Dakwah Titipan_Bag 9 (Segenggam Bekal Ke Surga)

Hafidz Ridwan R
Karya Hafidz Ridwan R Kategori Project
dipublikasikan 22 Agustus 2017

"Segenggam Bekal Ke Surga"


Cahaya indah bertebaran diawal senja, malam menelisik mengintip kian menyapa, ketaatan pada Rabb-Nya kian romantis mengenggam harapan dua hati yang tak lama lagi menjelma menjadi sebuah keluarga.

Kategori Fiksi Remaja

625 Hak Cipta Terlindungi
Aktivis Dakwah Titipan_Bag 9 (Segenggam Bekal Ke Surga)

Begitu banyak hikmah dan makna yang terkandung dalam setiap perkataan, perkataan yang baik itu tentang kehidupan maupun tentang akhirat, perkataan yang baik akan senantiasa melahirkan sebuah kebaikan bagi orang yang dari lisannya mengajak kepada ketaatan, orang itu akan menjadi mulia dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

            Perkataan baik yang keluar dari lisan seorang muslim akan  menghadirkan perubahan yang luar biasa, dia akan dihargai dan dihormati oleh orang lain dan yang mendengar ucpannya akan mendapatkan kebaikan, ketenangan jiwa dan bertabur ukhuwah diatas keimanan.

            Menyampaikan kebaikan sepatutnya harus selalu kita lakukan, sebab dengan perkataan yang baik kita akan mendapatkan banyak kemuliaan diri dimana seorang muslim yang senantiasa menjaga lisan, menahan perkataan yang buruk sehingga yang keluar dari lisannya tidak lain adalah untaian kebaikan yang disampaikan kepada sesama muslim, dia akan selalu behati-hati dalam berucap, sebab ketika salah dalam berucap akan berkibat pada banyak masalah, apakah menyinggung seseorang atau dari ucapannya menimbulkan kebencian banyak orang.

            Sifat wara senantiasa menjadi landasan dalam meyampaikan sesuatu, karena dari ucapan akan menghasilkan banyak pandangan dan dampak yang besar, sebab keselamatan seseorang ditentukan oleh lisannya sebagai mana lisan mampu mengubah hidup manusia untuk baik dan bisa juga mengubah manusia lebih buruk, sebagaimana Rasulullah memberikan kepada kita nasehat dalam Haditsnya :

            “Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW “Siapakah orang muslim yang paling baik ?? beliau menjawab “seseorang yang orang-orang muslim yang lisannya selamat dari gangguan lisan dan tangannya (HR. Muslim : 65)

            Alhafidz (Ibnu Hajar Al-Asqolani ) beliau berkata bahwa “hadits ini bersifat umum bila di nisbatkan kepada lisan. Hal ini karena lisan memungkinkan berbicara tentang apa yang telah lalu, yang sedang terjadi sekarang dan yang akan datang. Berbeda dengan tangan. Pengaruh tangan tidak seluas pengaruh lisan. Walaupun begitu tangan pun bisa saja mempunya pengaruh yang luas sebagaimana lisan, yaitu melalui tulisan, dan pengaruh tulisan tidak kalah hebatnya dengan pengaruh lisan.

            Tulisanpun memiliki dampak yang sama dengan lisan yang akan meninbulkan suatu perubahan dan pengaruh yang besar bisa itu baik dan bisa juga sesuatu yang buruk, sebagaimana sebuah syair menyatakan

            Aku menulis dan dan aku yakin pada saat menulisnya, tanganku kan lenyap namun tulisan tanganku kan abadi.

            Begitu nyata peran lisan yang kita miliki saat ini, maka harus senantiasa dijaga dan dipelihara agar yang terucap dari lisan kita adalah kebaikan, kebaikan yang mengajak orang lain menuju kemuliaan, sebagaimana Rasulullah menyampaikan cahaya Islam kepada masyarakat melalui lisan beliau yang penuh dengan kebaikan dan kemuliaan, aktifitas yang mulia akan menghasilkan perubahan dengan pemikiran menuju cahaya Islam yang menyebar keseluruh penjuru dunia, semua diawali oleh sebuah ucapan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

            Aktifitas mulia yang selalu Rasulullah lakukan sampai dengan wafatnya beliau menjadi sebuah pelajaran bagi kita umatnya, bahwa mengajak orang lain kepada kebaikan adalah sebuah aktifitas yang sangat mulia, tidak lain adalah dakwah,yang aktifitasnya adalah mengajak saudara dan diri kita untuk lebih mencintai Allah melebihi kecintaan kepada yang lain, agar kelak Allah meridhoi kita untuk menghuni surganya.

            Aktifitas dakwah adalah aktifitas yang mulia sebagaimana yang dilakukan olah Rasulullah dan para Nabi sebelumnya yang dilanjutkan oleh para sahabat, lantas apakah aktifitas dakwah itu hanya untuk orang-orang tertentu seperti ulama-ulama sedangkan kita tidak bisa melakukannya, ternyata jawabannya tidak, bahwa dakwah tidak harus diatas panggung ataupun ceramah dengan pakaian khusus, tetapi dakwah yaitu mengajak manusia kepada kebaikan menuju Allah, contoh kecil mengingatkan shalatpun termasuk dakwah yang sifatnya individu dan dengan catatan kita yang mengajaknya pun memberikan contoh.

            Dengan demikian dakwah bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat jabatan ataupun ras, sebab dakwah adalah sebuah aktifitas yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang ikhlas berusaha menjadi baik dengan mengajak orang lainpun untuk baik. Jika kita melihat status diri sebagai seorang pemuda (Syabab) memiliki segudang kekuatan fisik yang sempurna masih mampu melakukan sesuatu dengan baik, memiliki pengaruh yang yang besar terhadap suatu perubahan, disisi lain masa muda adalah masa produktif untuk berkarya dan akan menentukan masa depan suatu peradaban.

Bersambung..............

  • view 37