Persembahan Terbaik_Bag 8 (Segenggam Bekal Ke Surga )

Hafidz Ridwan R
Karya Hafidz Ridwan R Kategori Project
dipublikasikan 19 Agustus 2017

"Segenggam Bekal Ke Surga"


Cahaya indah bertebaran diawal senja, malam menelisik mengintip kian menyapa, ketaatan pada Rabb-Nya kian romantis mengenggam harapan dua hati yang tak lama lagi menjelma menjadi sebuah keluarga.

Kategori Fiksi Remaja

480 Hak Cipta Terlindungi
Persembahan Terbaik_Bag 8 (Segenggam Bekal Ke Surga )

Sebuah penantian seorang insan tentang kebahagaiaan dalam hidupnya, hangat dalam tawa dan kebersamaan dengan orang yang dicinta, merupakan impian dan harapan setiap manusia, kitapun bisa melihat realitanya di luar sana, dimana seorang ayah bekerja keras untuk menghidupi istri dan keluarga dengan segala jeri payah untuk mendapatkan rezeki yang halal dengan keringat sendiri, berjuang demi kebahagiaan keluarga dan ketenangan hati.

            Kita bisa melihat bagaimana manusia saat ini rela berkorban untuk orang yang dicintainya, dengan segala pengorbanannya, bahkan disaat nyawa menjadi taruhan sekalipun tidak menjadi masalah, begitulah cinta dia memiliki energi besar untuk manusia, kitapun sama dengan mereka akan mempertahankan kebahagiaan dengan orang-orang yang hadir dalam lembar kehidupan, terkadang saat manusia melakukan sesuatu maka tak peduli baginya apakah yang dilakukannya sebuah keharaman atau yang Allah bolehkan untuknya jika tidak memiliki landasan kuat untuk mengambil keputusan itu.

            Perjuangan dan pengrobanan dalam hidup merupakan salah satu pembuktian keseriusan ambisi,  juga bukti diri kepada sesuatu yang kita cintai, semua akan melakukannya tanpa paksaan apapun, semua fenomena ini menjadi suatu tradisi yang mengakar dalam fikiran dan kehidupan manusia, disisi lain sistem kehidupanpun hadir menjadi penghasut dan mengajarkan tentang pengorbanan, entah itu pengorbanan akan dunia, orang yang kita cinta ataupun pengorbanan dengan pemikiran yang mungkin juga salah tentang kehidupan.

            Kita pun memahami kehidupan semakin berpengaruh dalam diri manusia, sebab zaman yang semakin menggila dengan segala kemegahan yang di tampakan, memaksa manusia untuk mengikuti arus perkembangan dengan ragam macam pengaruh materialistis yang ditanamkan pada setiap mata dan hati. Kita bisa melihat pola hidup manusia yang konsumtif membuatnya menjadi rakus dalam perburuan mencari harta dunia yang kita jalani saat ini.

            kita mencoba melihat dunia dengan cara pikir kita yang mungkin sama dengan mereka yang berusaha sadar dengan makna hidup, juga orang-orang yang saat ini sedang memikirkan masa depan dengan sejuta harapan, serta bayangan yang diimpikan dikemudian hari, kita memikirkan untuk hidup dengan kelapangan harta, keluarga bahagia dan ketenangan jiwa, namun kita pun harus menerima bahwa realita kehidupan yang semakin menggila, tak bosan kita melihat persaingan dunia semakin hari semakin menakutkan, dunia membutakan mata untuk tak pedulikan nyawa manusia yang tersiksa.

            Betapa banyak manusia yang lupa daratan, terbuai dengan keindahan dunia hingga lupa kemana hendak mendarat dan belabuh, mereka melupakan tujuan dari akhir perjalanannya, memutar balik dan hanya menghabiskan tenaga untuk sesuatu yang tidak memberi faedah, diri berkubang kenikmatan sampai akhir kehidupan, namun  semuanya semu dengan bahagia dunia yang semakin membutakan jiwa kian di puja.

            Kita ketahui bahwa kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurau, bahagia dan sedih menyapa silih berganti, adakalanya kita susah dan ada kalanya juga kita senang, kitapun terkadang tertawa bahagia namun seketika kitapun meneteskan air mata, karena dunia semua datang silih berganti.

            Bahagianya dunia adalah bahagia sementara, dan kesedihan duniapun juga sementara, kebahagiaan yang sementara hanyalah tipuan belaka. Itulah yang dinamakan dunia fana, maka sejatinya kebahagaiaan dunia hanyalah kebahagiaan yang akan mebiuskan dan mengalihkan manusia untuk jauh dari Allah, melupakan kehidupan Akhirat, mereka memuja kesenangan dunia dengan mengorbankan harga diri dan kehormatannya.

Bersambung........

  • view 34