Melepaskan_Bag 5 ( Segenggam Bekal Ke Surga)

Hafidz Ridwan R
Karya Hafidz Ridwan R Kategori Project
dipublikasikan 19 Agustus 2017

"Segenggam Bekal Ke Surga"


Cahaya indah bertebaran diawal senja, malam menelisik mengintip kian menyapa, ketaatan pada Rabb-Nya kian romantis mengenggam harapan dua hati yang tak lama lagi menjelma menjadi sebuah keluarga.

Kategori Fiksi Remaja

755 Hak Cipta Terlindungi
Melepaskan_Bag 5 ( Segenggam Bekal Ke Surga)

Kita tidak perlu menunggu lama lagi, sebab saat ini kita telah menjadi insan dewasa dengan segala cerita tentang kehidupan kita di luar sana, waktu berputar kian cepat dan kita hadir menjelma menjadi bunga kebahagiaan yang seakan telah mekar dan siap ranum dengan segala ke syukuran keluarga kita serta doa yang tak pernah putus di panjatkan.

            Kita pun tahu bahwa seiring tumbuh dewasa usia dan fisik kita tak terkecuali dengan perasaan kita yang juga kian dewasa,  dengan perasaan yang sudah tumbuh mekar dengan kita yang sudah tertarik dengan lawan jenis , kedua orang tua kita pasti tahu dengan apa yang sedang kita rasakan saat ini jika berbicara masalah perasaan meskipun kita tidak pernah mengutarakan dan memberi tahu, sebab kita mungkin malu mengatakannya. Mereka akan bahagia dengan kedewasaan kita, tapi di sisi lain perhatian orang tua terhadap anaknya tidak pernah lepas dan selalu terjaga, mereka akan selalu khawatir sebab kita akan pergi dan tak lagi dalam pengawasan mereka, masa yang akan membawa kita dalam lembaran kisah baru, dunia baru serta keluarga kecil baru dalam rumah tangga.

            Pada akhirnya kita dihadapkan pada masa dimana kita harus meninggalkan kebiasaan yang mungkin sering kita lakukan untuk hal yang sia-sia dan hanya menghabiskan waktu untuk kesenangan sesaat, juga harus meninggalkan masa yang tak muda lagi sebab bertambahnya usia, perlahan kita tumbuh dan menjelma menjadi dewasa, dewasa dengan pemikiran ,iman serta keputusan yang senantiasa diambil harus dengan pertimbangan, sebab setiap keputusan dalam hidup yang kita ambil membutuhkan kedewasaan dan pemikiran yang matang, setiap perkataan yang diucapkan akan di dengar dan menyimpulkan tentang diri kita, baik buruk penilaian orang lain ditentukan dari bagaimana cara kita bersikap.

            kita akan berada pada masa dimana semua lelaki yang mulai dewasa mengalami ke khawatiran dalam dirinya, sebuah masa yang menjadi kecemasan pemuda-pemuda diluar sana saat kita menginjak dewasa,  semua keputusan dan setiap langkah hidup yang di ambil dikembalikan kepada kita, kita pun menyadari bahwa kondisi ini tak lain kedewasaan kita menuntut untuk mengambil keputusan dengan resiko sendiri.

            Kita harus menyadari bahwa suatu saat kita tidak akan lagi bersama keluarga duduk manis bercengkrama, kehidupan kita terjamin tanpa harus memikirkan mencari rezeki untuk esok, kita tak perlu berfikir tentang biaya pendidikan kita selama ini, kita dimanjakan dengan kehidupan tanpa berfikir bagaimana berusaha dengan sabar dan perjuangan mencari rezeki yang luar biasa susah demi keluarga.

            Dengan kedewasaan ini kita memahami bahwa semua fase kehidupan yang kita lalui hanyalah sebuah  episode yang akan kita lewati dengan sebuah penghakiman di hadapan Allah tanpa ada yang tersisa sedetik moment pun, disisi lain tak lama lagi dunia baru akan menarik kita ke dalam lembaran panggung kehidupan, bersama keluarga sehinga akan dituntut dewasa dalam segala langkah hidup yang di ambil.

            Semuanya akan berubah, hidup tak lagi bergantung kepada orang tua, masa depan keluarga berada di pundak para suami yang dituntut untuk dewasa mendidik, menafkahi dan mengasihi keluarga, sebab terdidiknya suatu keeluarga berada dipangkuan seorang istri bagaimana mampu melahirkan generasi yang faqih dengan ilmu dan tinggi ketaatan kepada Rab-Nya juga ditentukan dari bagaimana cara suami medidiknya.

            Tak lama lagi kita akan memasuki jalan yang terbentang luas di balik pintu itu, pintu yang menentukan bahwa kita tak lagi muda, masa muda pun tak lagi berguna dan hanya meninggalkan sekeping cerita untuk dikisahkan kelak namun tak mampu memberi banyak manfaat dengan jalan yang akan ditempuh sebab hanya sekilah cerita saja tanpa ada sesuatu yang berharga, kita akan menempuh jalan kehidupan yang terjal dan berliku yang tak bisa diputar balik kembali.

            Perjalanan panjang penuh dengan hambatan merupakan perjuangan yang tak mudah bagi kita melewatinya , jika hanya sekedar modal nekat ataupun tanpa persiapan yang matang hanya akan menghadirkan kesedihan dan kekecewaan sebab tidak kita siapkan sedari dulu, padahal kita sudah tau dengan segala hambatan dan realita dunia yang semakin hari semakin menggila, lelaki memiliki tanggung jawab yang besar, sebab pasangan dan keluarga hidup sepenuhnya berada dalam pertanggung jawaban dan pengawasan imam keluarga, bagaimana  mengemudikan dan membawa dalam bahtera kehidupan dunia semua tergantung suami, kehidupan baru adalah amanah bagi imam kemana bahtera itu akan berlabuh ditentukan oleh lelakinya, itulah dunia baru yang akan kita lewati dengan kedewasaan yang menuntut kita bijak dalam memilih jalan yang terbaik, dan Allah sudah memberikan kebaikan dengan islam.

            Putaran hari semakin cepat berlalu dalam kehidupan kita dan semuaya begitu singkat sampai-sampai kita sering lupa dengan hari saking cepatnya kehidupan kita saat ini, setiap diri berkaca terlihat sosok wajah yang perlahan tak lagi muda namun diri masih belum mampu bijaksana. kita tahu memang bahwa usia muda yang kita jalani akan mengantarkan pada banyak pilihan hidup, bahkan kita sudah memiliki hak untuk menentukan mana jalan yang akan kita ambil dikemudian hari, kita bebas menentukan yang setiap keputusan yang diambil tap kita harus ingat Allah  menyediakan jalan kehidupan satu paket dengan akibat.

            Semua keputusan ada sepenuhnya dalam genggaman kita, dan pada akhirnya kita yang menentukan, kita tidak bisa melihat sesuatu baik atau buruk berdasarkan kasat mata, tapi baik dan buruk sandaranya adalah menurut Allah Swt, semua langkah kehidupan ini harus selalu dengan pemikiran yang matang, bukan dengan  keegoisan dan nafsu kita yang sesaat, kita saat ini masih muda tapi tak lama lagi kita  juga akan menjadi orang tua juga akan menua, semua kembali pada langkah yang kita ambil saat ini memiliki hasil dan pertanggung jawaban yang adil kelak dikemudian hari, khawatirlah dengan diri kita saat ini sebab semua menjadi kendali kita, apakah akan dewasa dalam hidup atau kita seperti ini tidak ada perbaikan diri  di satu sisi usia semakin bertambah dan pilihan kehidupan semakin tak terarah.

            Mungkin saat ini raga kita masih kuat dipenuhi tenaga, dan terkadang kita terlalu jumawa, tapi esok saat waktunya tiba, lambat laun cermin tak lagi bersahabat, diri kian menua, pandangan tak lagi sama, semua akan berubah, jika kita lelaki maka akan menjadi imam keluarga maka kedewasaan diri, ilmu agama dan kematangan dalam menjaga keluarga harus sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum semuanya sia-sia, jika kita perempuan kita akan menjelma menjadi madrasah untuk keluarga, ilmu dan pemahama, kedewasaan, serta ilmu agama yang kuat akan menentukan cerdasnya sebuah keluarga, begitulah dunia baru yang tak lama lagi kita akan kesana dengan cerita baru dan kisah hidup yang juga baru.

            Masa muda yang sedang kita jalani sekarang hanya hadir sekali kemudian berlalu menjadi sebuah memori dalam album kenangan semata,  kita akan disambut dengan lembaran baru dan cerita baru,  kehidupan kita tak lagi di pikirkan keluarga kita, sebab semua harus berubah saat usia meminta perubahan, kita pun akan menjadi bagian dari keluarga kecil dengan penghidupan sendiri, mencari rezeki sendiri dan smuanya serba sendiri.

            Di sisi lain kita juga khawatir dengan dunia kita yang akan berakhir apakah kita mampu menjalananinya dengan baik, atau mungkin harus merangkak melewat jalan hidup yang terjal dan terkadang jauh dari apa yang diharapkan. wawasan tentang hidup hanya segenggam tangan, kita khawatir suatu saat nanti kita masih belum bisa dewasa antara satu sama lain.

            kita memahami bahwa tak cukup jika hanya berdiam diri tanpa perbaikan , sebab saat ini kebaikan dan keburukan sukar dibedakan, yang salah jadi kebaikan dan kebaikan jadi celaan, mungkin juga disebabkan sistem kehidupan ini melahirkan pemuda yang miskin iman dan ke dewasaan, juga karena sistem kehidupan ini memaksa manusia menilai sesuatu hanya sebab materi, tak pedulkan isi yang penting fisik dan materi menarik.

            Usia memang tidak berada pada kekuasaan manusia,  namun yang terpenting bagaimana kehidupan yang kita jalani, fase kehidupan dengan beragam cerita remaja akan segera pergi meninggalkan dan menuntut kita berfikir dewasa menyiapkan dengan bekal terbaik, bukan perkara tentang kebahagiaan harta, namun kedewasaan dan keikhlasan untuk sederhana dan kaya dengan ketaatan kepada Allah Swt.

Bersambung.....

  • view 58