Semakin Dewasa_Bag 2 ( Relung Senja)

Hafidz Ridwan R
Karya Hafidz Ridwan R Kategori Project
dipublikasikan 10 Agustus 2017

"Relung Senja"


Buku tentang rasa yang bersama senja telah tenggelam, kerinduan resah dipucuk malam, sedang kesunyian jatuh pada sudut waktu sedekat sujud pada Rabb ku. Ketabahan taklain adalah takdir di titik nadir, bahkan kita tidak pernah tau siapa yang benar-benar memiliki cinta terakhir.

Kategori Fiksi Remaja

172 Hak Cipta Terlindungi
Semakin Dewasa_Bag 2 ( Relung Senja)

Waktu berlalu begitu halus, menelisik lembut dalam relung jiwa, menyapa dan menggetarkan rasa. Angan bergumam menanti banyakya rasa yang entah kapan akan surut dan bersahabat kembali tersenyum seperti dulu saat awal kita mengenal rasa untuk berbagi dengan sosok yang kita cintai.

            kepada seluruh tangis yang sempat hadir, semoga ia taklagi sia-sia, sebab sebetulnya memang tak ada yang sia-sia. Tangis tentang bahagia dan dan kecewa sekalipun sejatinya memberikan banyak pesan tersirat dan isyarat yang tak kasat oleh pandangan dunia semata, setiap tangis kecewa yang tercurah adalah pesan bahwa hidup haruslah selalu tabah dengan teriring muhasabah, setiap tangis indah adalah kode bahwa manusia harus selalu merendah sebab disetiap tangis yang terlewati selalu menumbuhkan ibrah yang bisa kita ambil menjadi sebuah hikmah.

            Untuk bahagia yang sering tersemat, semoga setelah ini rindu tak lagi mengambil tahta, sebab jarak tengah berkuasa, setiap mata yang terpandang padamu, rasa selalu meronta mengatup lidah untuk menyapa, namun semua tak lagi sama sejak kita memahami bahwa dari sekian kesalahan yang menerpa kita yang belum dewasa adalah saat kita jauh dari agama.

            kepada seluruh perasaan yang kerap menyapa, semoga segalanya masih bisa dikendalikan entah oleh akal atau juga nurani, aku selalu belajar memahami bahwa semua yang hadir tak mesti harus disapa terlebih dimiliki, sebab luka terkadang menjelma menjadi indah bersembunyi dibalik senyum yang terpancar dari mata yang sering tertipu oleh rupa semata.

            Semua hadir begitu cepat, engkau hadir membawa harapan tentang keindahan hidup, laut yang berombak perlahan menjadi tenang dan riak hembusan angin menambah kesunyian pada setiap kisah yang berlalu. Rindu menggelayut merasuk dalam palung hati, meradang menanti orang  yang menyapa untuk membuatnya kembali tersenyum dengan bahagia, tapi itulah manusia hanya bisa berharap lewat ikhtiar dan doa.

            Disore itu kala senja segera berakhir menutup episode hari ini, sinar yang hendak terbenam seakan menyapa bahwa hiruk pikuk kehidupan sejatinya akan berakhir pada perpisahan dan berganti pada pertemuan yang baru, berpisah dan bertemu kembali, hingga akhirnya setiap episode yang terlewat tak peduli tentang kebahagiaan dan kesedihan yang pernah tetulis, semuanya akan menjadi lembaran usang yang kelak akan kita buka kembali sebagai sebuah kenangan.

            Setiap kisah yang pernah hadir meyapa dalam kehidupankita, setiap rasa yang terkadang harus dikorbankan dan setiap bahagia dan derai airmata yang pernah tersemat dalam perjalanan hidup kita adalah bagian dari proses yang sedang kita lalui saat ini, aku tidak bisa menjamin bahwa jalan terbentang didepan akan selalu indah seperti apa yang telah mereka katakan demi meyakinkan pasangan mereka. tapi kita hanya mampu menjamin bahwa selama perjalan hidup denganku selama itu pula engkau dalam penjagaan untuk selalu pada jalan keridhoan Tuhan kita.

            Senandung rasa yang tersirat untukmu adlah kesyukuran yang harus selalu ku panjatkan kepada Allah sebab bagaimanapun juga kita masih terjaga dari segalanya, tak perlu kita tayakan lagi tentang rasa yang menyapa pada hati kita, sebab azzam telah terulis dalam bait dan sajak doa yang telah kita sematkan dalam setiap pinta teriring iman yang selalu kita jaga dalam gelapnya malam menjadi sejuknya jiwa kala panas menerpa rindu kita, kita pernah merangkai tentang hidup yang akan kita lalui, tentang jalan yang akan kita jajaki dan tentang rasa yang karena Allah kita saling menguatkan, bahwa perjalan kita bukanlah sekedar perjalan semata, namun jalan kehidupan yang menhantarkan iman kepada keikhlasan dan keimanan bahwa perjalanan ini hanyalah pembuka sebelum melanjutkan jalan menuju Rabb kita.

Bersambung.......

  • view 60