#TEMANKUKAH ENGKAU DISURGA_HAKIKAT PERNIKAHAN

Hafidz Mustanir
Karya Hafidz Mustanir Kategori Buku
dipublikasikan 15 Juli 2016
#TEMANKUKAH ENGKAU DISURGA_HAKIKAT PERNIKAHAN

Pernikahan pada hakikatnya adalah untuk melanjutkan keturunan melanjutkan kehidupan bersama orang yang dicintai, mencintainya dengan cara yang Allah dan rasulnya ridhoi, perjanjian dalam kehidupan bersama merupakan sebuah janji suci yang tidak boleh ternodai oleh apapun, ia harus tetap menjaga dan terjaga, karena pada hakikatnya pernikahan yang sempurna bukan karena kita menikah dengan orang yang sempurna secara fisik saja, karena hal yang bersifat fisik atau materi lambat laun akan lekang dan pudar oleh waktu, begitupula sempurnanya pernikahan bukan dengan kita menikah karena terlihat mapannya dalam harta, karena harta hanya sebuah titipan dari sang pemilik rezeki dan sewaktu-waktu akan di minta kembali.  Namun sejatinya pernikahan bagi pandangan hamba Allah yang sholeh-sholehah adalah untuk memperolah keridhoan Allah namun dalam perjalannya dipenuhi kehidupan yang sakinah.  Dan ketenangan itu tidak akan terwujud tanpa adanya usaha untuk mewujudkan ketenangan tersebut secara sungguh-sungguh, sebab kebahagiaan yang hakiki tidak akan terwujud tanpa saling mengerti dan memahami antara suami dan istri.

Sakinah semestinya menjadi agenda bersama dalam bahtera rumah tangga yang mana saling melengkapi kekurangan suami-istri dengan dilandasan ketaqwaan yang kuat serta ketaatan kepada syariat Allah maka mampu mewujudkan keluarga terbaik dan keluarga yang kokoh dalam menjalani berbagai derasnya cobaan hidup.

Sungguh jika menalaah dengan seksama makna hidup ini semua yang ada pada diri dan apa yang ada didunia ini mempunyai makna bahwa kehidupan ini tercipta atas kasih sayang dan cintanya Allah SWT kepada mahkluknya, bagaimana tidak sampai masalah perasaanpun Allah sudah memberikan jalannya,

Sebagai mana Allah kembali menegaskan dalam ayatnya :

‘Diantara tanda-tanda (Kebesaran-Nya) adalah dia telah menciptakan dari jenismu (Manusia) Berpasang-pasangan agar kamu memperoleh sakinah di sisi-Nya, dan dijadikan diantarmu mawaddah dan rahmah sesungguhnya dalam hal demikian itu terdapat tanda-tanda (Kebesaran-Nya) Bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Rum : 21)

Pernikahan yang dilandaskan karena ketaatan kepada Allah SWT. Akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT dan didoakan oleh penduduk langit dan bumi, selain itu secara dzohir akan meningkatkan potensi baik pada diri maupun keluarga, sebab prinsipnya adalah disaat pernikahan karena ketaatan Allah akan memudahkan semua urusan baik dalam hal rejeki ataupun kesulitan yang lain, Allah akan senantiasa bersama dengan hamba-hambanya yang sholeh dan selalu menjaga hangatnya iman.

Pernikahan yang dibangun dengan cinta dan kasih sayang karena-Nya akan membawa dan mengantarkan kepada jannahnya, sosok seorang suami menjadi seorang pemimpin dalam keluarga yang mana suami dituntut untuk mendidik istri dengan baik dan mempergaulinya dengan ma’ruf agar sesuai dengan syariat islam yang mulia, semua itu perlu persiapan yang matang perihal ilmu-ilmu agama yang dimiliki oleh suami baik sebelum pernikahan ataupun sesudah pernikahan.

Peran seorang isri menjadi partner  bagi sang suami, ia bisa menjadi ibu,sahabat, bahkan belahan jiwa menjadi sebuah kewajiban untuk mendukung perjuangan suami dalam hal ketaatan kepada Allah SWT. Saling menasehati dengan ahsan dan tutur kata yang lembut, ketaatan kepada suami menjadi bekal penting yang harus dilakukan sebagai modal mendapatkan keridhoan Allah SWT, Berjuang bersama dalam Dakwah dan menjadikan dakwah sebagai pengkokoh keharmonisan rumah tangga sebagaimana pejuangan Rasulullah dan Aisyah RA, yang senantiasa menjaga hangatnya keharmonisan keluarga dijalan dakwah.

  • view 153