#TEMANKUKAH ENGKAU DISURGA_PERNIKAHAN

Hafidz Mustanir
Karya Hafidz Mustanir Kategori Buku
dipublikasikan 14 Juli 2016
#TEMANKUKAH ENGKAU DISURGA_PERNIKAHAN

Ibnu hazm berkomentar “ cinta awalnya permainan dan akhirnya kesungguhan. Dia tidak dapat dilukiskan, tetapi harus dialami agar diketahui. Agama tidak menolaknya, syariatpun tidak melarangnya.” Karena itu, kata sebagian pakar  “keterangan tentang cinta, bukanlah cinta”.Cinta, kepedihan, kebahagiaan, ambisi, ataupun prestasi hanyalah realisasi dari sebuah naluri yang akhwat-ikhwan bilang “permainan gharizah”.  Jika disinggung masalah cinta maka saya pribadi tidak terlalu paham akan itu, saya hanyalah seseorang ikhwan yang berusaha menjadi baik namun jauh dari baik. Keistiqomahan bergoyang ketika diterpa angin kehidupan.

            Allah SWT Mencipakan manusia begitu sempurna baik dalam fungsi ataupun dalam derajat diantara mahkluk lainnya, manusia dilahirkan ke dunia melalui sebuah peranan penting dalam kehidupan yaitu karena cinta.

Cinta Merupakan suatu manipestasi dari fitrah yang Allah berikan yaitu Gharizatu An-Nau (Naluri menyukai lawan jenis), Cinta memiliki peranan dan potensi yang besar dalam kehidupan manusia yang mana cinta mampu membuat kehidupan begitu indah namun bahkan  cinta juga mampu membuat manusia menjadi nista.

Berbicara mengenai cinta Allah menjelaskan dalam beberapa ayatnya baik kecintaan itu terhadap lawan jenisharta,dunia dan lain-lain  yaitu:

“Dijadikan indah dalam (Pandangan) manusia kecintaan atas apa-apa yang di inginkan, yaitu wanita -wanita, anak-anak,harta yang banyak dari jenis emas, perak kuda pilihan binatang-binatang ternak sawah dan ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan disisi Allah-Lah tempat kembali yang baik (Surga) (QS. Ali imran : 14)

Dari Ayat Diatas kita dapat mengambil beberapa poin penting diantaranya :

 

  1. Fitrah cinta pada manusia

“Dijadikan Indah Pada pandangan manusiayaitu kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan.... dengan begitu cinta merupakan yang Allah berikat kepada manusia sebagai mahkluk yang paling sempurna yang mana tidak dimiliki oleh mahkluk yang lain. Dengannya pula cinta harus senantiasa di jaga dan dipelihara agar kakikat cinta yang Allah berikan senantiasa terpelihara dan suci.

Begitupun realitanya dengan adanya rasa cinta, manusia mampu memandang segala sesuatu menjadi indah. Secara dzohir makna kalimat pertama ayat diatas Allah SWT Menjelaskan bahwa fitrah cintah yang Allah berikan kepada hambanya memberikan efek luarbiasa dan cenderung memandang segala sesuatu menjadi indah.

Kesucian cinta yang tak ternodai dan terus terjaga dalam syariat islam mampu menjadikan hati menjadi  lebih hanif dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hati terkhusus dalam menyalurkan cinta terhadap lawan jenis.

            Islam sebuah Agama yang mulia memberikan solusi dan jalan bagaimana untuk menyalurkan Nuluri tersebut (Al-Gharizah An-Nau) melalu sebuah proses mulia yaitu pernikahan. Dengan tahapannya diawal dengan taaruf-khitbah dan Nikah, jalan inilah yang Islam dan Rasulullah ajarkan kepada ummatnya. Adapun realita saat ini banyak remaja yang belum mampu berakad dan menyalurkan ajaran mulia tersebut. Menempuh jalan pacaran yang mana merupakan sebuah konsep yang jika ditelaah lebih lanjut bukan dari pada islam akan tetapi merupakan sebuah pemahaman sekularisme yang menjadikan agama menjauh dengan kehidupan.

Pernikahan yang Allah dan Rasulullah ajarkan memberikan banyak manfaat bagaimana islam memuliakan cinta dan meberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan hambanya salah saunya dengan pernikahan yang mulia.

Pernikahan merupakan sebuah perjanjian erat (mitsaqan ghaliza) antara dua hamba Allah untuk  menempuh kehidupan bersma dalam rangka mendapatkan ridho Allah SWT yang mana   keridhoan tersebut puncak tujuan dari kehidupan manusia salah satunya dalam berkeluarga, selain itu  pernikahan merupakan pintu terbaik untuk mendapatkan jannahn-Nya, bahkan  dalam Al-Qur’an  Disebutkan tiga kali mengenai pernikahan bahkan akad nikah tersebut disaksikan oleh penduduk langit subhanallah mulia sekali, sebuah  perjanjian dua insan yang taat  kepada  Allah SWT.

Dalam pernikahan ujian dan cobaan dimasa yang akan datang merupakan sebuah keniscayaan, meskipun dalam pernikahan tersirat banyak harapan, namun fakta yang tak sesuai dengan harapan disaat pertama menempuh bahtera kehidupan rumah tangga. Disinilah kita memahami bahwa konsep cintanya Allah dan konsep cintanya manusia berbeda, pertama bagaiaman konsep cintanya Allah kepada hambanya yang taat.

Konsep Cintanya Allah Kepada Hambanya berbeda dengan konsep yang ada di dalam kehidupan manusia  dimana  ketika  Allah mencintai hambanya maka Allah akan mengujinya. Yang mana konsep cinta Allah tersebut akan terjadi dalam bahtera rumah tangga kelak saat rumah tangga tersebut telah berlayar dalam derasnya ombak kehidupan.

  • view 293