#Sayap kiri yang hilang

Hafidz Mustanir
Karya Hafidz Mustanir Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Juni 2016
#Sayap kiri yang hilang

 

Hembusan Angin perlahan menerpa wajah merasuk dalam sejuknya sapaan senja sore itu,   gemuruh ombak menemani rutinitas alam yang tak pernah bosan mempersembahkan ke indahannya, memang bukan hal yang mustahil ketika pasangan mata terhipnotis akan keindahan nuansa dunia yang penuh dengan fatamorgana cinta, sampai-sampai sang pujannga tak mampu tuk berkata tatkala hati merasa hancur dengan untaian kata semu Cinta,begitupun dengan ku..hanya manusia biasa yang hanya bisa merasakan cinta itu dengan setulus hati,bukan niat tuk ego namun aku menganggap cinta itu adalah sebuah anugerah teridah yang mampu melahirkan jutaan persfektif rasa akan sebuah makna cinta,keistiqomahan bergoyang tatkala hati ini dan rasa tak sefaham akan cinta yang diridhainya,merasuk,menyapa itulah rasa yang  selalu terbesit dalam rasa.

 udara sejuk pantai seakan melepas lelahku sore ini kebetulan waktu luang ini kucoba luangkan sedikit waktu untuk menenangkan diri di balik indahnya pesisir pantai.hembusan angin dan gemuruh ombak yang selalu menampakan keindahan senja disoreku.sungguh tk pernah terbesit dalam kalbu disaat hati merasa hancur,terlentang menerima kenyataan akan sebuah arti khitbah dari  seorang pemuda,sebuah kata yang sulit termaknai oleh akal sehat,sebuah kata yang selalu mengiringi untaian lembaran dalam hidup,semoga ketegasanku menjawab Tidak mewakili semua perasaanku padanya,karena yang terfikir hanyalah antara sebuah janji yang selalu terukir dalam hati teruntuk malaikat Terindahku ,,,ibunda...dialah satu satunya yang membuatku tetap istiqomah melangkah menuju suatu angan yang kurindukan yaitu sebuah kado terindah teruntuk ibunda. Tampaknya Senja sore benar benar terlelap di ufuk barat...kuputuskan untuk pulang, seraya kubereskan tas dan diaryku,memang aku tidak pernah jauh dari dari kedua benda itu ditemani sebuah sepeda kecil yang selalu menemani di sela kesibukan hariku.

            Tiba –tiba terdengar suara dari dalam tas sebuah pertanda ada sms masuk ke hp ku,segera kuambil lalu kubaca. isinya adalah sebuah kata yang yang tak asing bagiku yang selalu kubaca di sepenggalan hari “Assalamualaikum ukhty nanti kita kumpul ya ada halaqah di depan gedung dua Ba’da Ashar. Ya itulah keseharianku dari sekian kes sibukan yang kulalui,memang bukan hal yang aneh disaat segelintir kata mencela menghardik dengan kata kata miring atas apa yang aku lakukan dan yang kukenakan dari keseharianku,bagiku syariat islamlah yang mengatur kehidupanku menjagaku dan memberikanku ketentraman dalam hati.tak kuhiraukan apa yang orang kata, karena bagiku dakwah adalah sebuah makna suci yang selalu kulakukan,sebuah kata yang selalu kutekadkan dengan motivasi tegaknya syariah islam. Bagiku soerang Akhwat Adalah sebuah perhiasan terindah Dunia yang akan menentukan bagaimana nantinya suatu Rumah tangga mampu menerpa derasnya badai kehidupan,karena  kekalny sebuah bahtera rumah tangga adalah dengan sholehahnya seorang istri. Karena saat ini yang mampu melindungiku adalah dengan pakaian dan hijab yang sesuai syari sebagai pelindung terbaiku Dari Allah seblum seseorang yang akan menjadi pelindungku kelak . itulah yang ingin ku sampaikan kepada akhwat-akhwat yang lain bahwa keindahan dan pelindung diri adalah dengan berhijab dan pakaian sesuai sayari agar keindahan dan kecantikannya selalu terjaga dengan keridhan Allah.

 

 

 

  • view 128