Doakan! Farid Alfauzi Tengah Menekan Angka Pengangguran di Kabupaten Bangkalan

Hadi Purnomo
Karya Hadi Purnomo Kategori Politik
dipublikasikan 07 Desember 2017
Doakan! Farid Alfauzi Tengah Menekan Angka Pengangguran di Kabupaten Bangkalan

Tingginya angka urbanisasi memang banyak disebabkan oleh faktor minimnya lapangan kerja yang tersedia di desa. Masyarakat desa berlomba-lomba untuk bisa hijrah ke kota berharap akan mendapatkan penghasilan secara ekonomi secara lebih baik hingga tercukupi secara sosial. Begitupula yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, banyaknya penduduk Bangkalan yang ke luar pulau (ke Jawa, mislanya) adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup secara finansial. Karena, di Kabupaten Bangkalan sendiri lapangan kerja masih minim, selain juga didukung dengan perindustrian Bangkalan yang masih sedikit.

Selama tiga tahun terkahir, sudah sekitar 3.344 pencari kerja yang tercatat. Mereka melamar pekerjaan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan. Akan tetapi, selama itu hingga 2017 saat ini, yang mendapatkan pekerjaan hanya sekitar 1.665 orang. Sementara itu, sebanyak 1.679 orang pencari kerja tidak mendapatkan pekerjaan hingga saat ini. Angka ini hanya yang tercatat di Disperinaker, sementara yang belum tercatat atau mereka yang langsung memilih ke Surabaya misalnya, atau ke daerah lain dengan nasib yang belum jelas bisa lebih banyak jumlahnya daripada yang sudah tercatat.

Masalah pengangguran memang merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Institusi sosial juga sangat berpengaruh, seperti lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga pemerintah dan lain-lain. Terutama mengenai tanggung jawab pemerintah pusat hingga pemerintah daerah yang belum sepenuhnya dapat mengelola kekayaan alam dan potensi perindustrian yang ada. Di Bangkalan sendiri, sebenarnya sudah banyak industri menengah yang dikelola oleh masyarakat Bangkalan sendiri, kendati demikian masih tidak adanya perhatian serius dari pemerintah setempat menyebabkan para pengelola sering menghadapi hambatan seperti modal, inovasi produk dan segmen pasar.

Farid Alfauzi merasa sangat prihatin dengan masih banyaknya pengangguran di Kabupaten Bangkalan. Padahal di saat sekarang semestinya sudah bukan waktunya lagi mencari pekerjaan, tetapi sudah harus sampai pada ranah berinovasi dan melakukan inisiatif dalam mengakomodasi tenaga-tenaga kerja yang ada. Mereka bisa apa, itulah yang mereka lakukan. Akan tetapi, masalah yang muncul selama ini di Bangkalan sebenarnya adalah kemandegan. Perindustriannya yang mandeg, pemerintahannya yang mandeg, potensi alamnya juga mandeg, akhirnya masyarakatnya juga mandeg. Akibatnya banyak pengangguran, urbanisasi merajalela, dan kekayaan alam lokal Bangkalan banyak yang dieksploitasi.

Farid Alfauzi merasa bahwa sudah saatnya kita saat ini harus bisa mengubah pola pikir kita mengenai segala aspek dalam hidup kita. Di zaman yang sudah maju seperti sekarang ini, sudah saatnya kita harus progresif, menciptakan perubahan pada lingkungan kita sendiri. Kita tidak boleh terus-menerus hanya menerima nasib, jika ada yang tidak beres, harus dibereskan. Jika ada yang tidak baik, harus diperbaiki. Jika ada yang melenceng, harus dibenahi. Jika ada yang melanggar, harus disanksi. Begitu pula di dalam tubuh pemerintahan, terutama bagi dinas terkait harus bisa lebih jeli melihat peluang dan tantangan yang ada di Bangkalan.

  • view 39