EFORIA KELULUSAN

hadi borneo
Karya hadi borneo Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 April 2016
EFORIA KELULUSAN

 

SERAGAM KELAS AKHIR

            Seragam bagi kalangan sekolah menengah memang sangatlah penting. Tetapi apa boleh buat ketika suatu pakaian seragam yang dipakai selama kurang lebih 3 tahun menjadi sangat hina, bahkan lebih hina dari pada kain pel. Agama tidak menyuruh kita untuk melakukan tindakan sewena-wena, walaupun barang itu milik kita sendiri. Apa daya nya sebuah kain yang kita miliki, yang kita rawat selama 3 tahun lamanya, namun pada akhirnya kita sendiri yang merusaknya. Alangkah baik nya kita berikan kepada adik kelas kita atau lebih tepatnya kita berikan kepada orang yang sangat membutuhkan. Dengan begitu kan, akan lebih bermanfaat dari pada kita corat-coret yang tidak ada untung nya sama sekali bagi kita.

            Hampir seluruh sekolah menengah yang ada di indonesia ini berbuat yang demikian itu. Jika kita berpikir sejenak terhadap kain yang begitu banyak di umbar-umbarkan, sudah berapa kain seragam sekolah yang terbuang sia-sia dengan tujuan hanya untuk merayakan kelulusan saja. Tidak hanya kain yang dijadikan bahan ke mubadziran, tetapi uang juga ikut terlibat dalam kasus ini. Uang yang seharusnya digunakan sebagai uang saku atau uang tabungan atau yang yang bisa digunakan hal nyang lebih bermanfaat lainnya seperti membeli alat tulis, buku, sandang, pangan, papan, atau yang lainnya menjadi tidak bermanfaat. Dikarnakan digunakan untuk membeli sesuatu yang dapat mencoret-coret seragam sekolah tersebut. Seperti pilox, spidol, dll.

            Dari kasus ini tidak terasa dapat mencoreng sekolah yang kita pernah tempati menjadi buruk dikalangan masyarakat. Bahkan, bisa jadi sekolah nya masuk media cetak atau lebih parahnya lagi masuk dunia maya di karenakan aksi corat-mencoren pakaian seragam sekolahnya sendiri. Apa jadi nya coba jika “ Nasi Sudah Menjadi Bubur”. Untuk mengembalikan apa yang diinginkan semua itu tidak semudah memutarkan tangan kita.

  • view 155