Perasaan Polisi, ketika Menilang Mantan

Habiburrahman Habiburrahman
Karya Habiburrahman Habiburrahman Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Juli 2017
Perasaan Polisi, ketika Menilang Mantan

Got it from sharing
 
KISAH POLISI YANG MENILANG MANTANNYA
 
Priitttt.......!! Priiiiitt....
"Tolong tunjukkan SIM nya!" Kata seorang Polantas setelah menghentikan sebuah mobil yang menerobos lampu merah.
Dengan wajah kesal si pengemudi berkata : "Maaf pak, saya tahu saya salah, tapi tolong pak jangan ditilang, saya sedang buru-buru karena anak saya ulang tahun hari ini". Sambil cemas pengemudi yang bernama Lusi itu menatap wajah polisi tersebut yang ternyata adalah mantan pacar semasa SMA nya dulu.

"Lho.. bukankah kamu si Adi..?? Kita pacaran dulu pas SMA, masih ingat tidak...!!"
Sambut Lusi dengan nada lega.
Tapi Adi si Polisi tersebut hanya tersenyum sambil tetap bersikukuh meminta SIM si Lusi.

Dengan kecewa Lusi pun memberikan SIM nya kemudian langsung masuk ke dalam mobil & menutup kaca pintunya rapat-rapat.
Sementara Adi menulis sesuatu di kertas tilangnya. Beberapa saat kemudian, Adi mengetuk kaca pintu mobil Lusi.
Sambil memandangi wajah Adi penuh kecewa, Lusi pun membuka kaca pintu mobilnya, hanya sedikit, hanya cukup untuk selipkan kertas tilang aja.
ADI pun memberikan kertas lewat kaca yang terbuka yang hanya sekitar 2 cm itu lalu pergi tanpa kata.

Lusi pun kembali menjalankan mobilnya dengan tergesa-gesa.
Sambil menggerutu kesal, dia membuka kertas tersebut, tapi...
"Hei, apa ini? Kenapa SIM saya dikembalikan.. Dan ini kertas apa..??" Gumam Lusi.
Segera Lusi membuka kertas pemberian Adi tersebut, dan ternyata Adi tidak menilangnya, tapi justru menulis surat yang isinya :
"Hai Lusi..
Kau tahu, dulu saya juga punya anak. Cuma satu-satunya..
tapi meninggal karna ditabrak orang yang menerobos Lampu Merah. Pengemudinya hanya dihukum 3 tahun. Setelah bebas ia dapat berkumpul dan bisa memeluk anaknya lagi.
Sementara saya...
Saya tidak lagi dapat melihat apalagi memeluk anak saya.
Beribu kali saya mencoba untuk memaafkan si pengemudi itu tapi tidak bisa.
Maafkan saya Lusi, hati-hati di jalan. Titip salam buat keluargamu..
Dan selamat ulang tahun buat anakmu!

LUSI pun serta merta menghentikan mobilnya dan berlari kembali ke tempat di mana tadi sang sahabat menilangnya, tapi Adi sudah tidak ada di Pos nya lagi.
Sepanjang jalan perasaan hati Lusi tak menentu, berharap kesalahannya dapat dimaafkan.

Kawan.....
Tidak selamanya pengertian kita sama dengan pengertian orang lain. Terkadang SUKA kita justru DUKA buat orang lain.
Kalau anda sayang dengan orang yang di sekitar anda, berbagilah cerita ini.
Selalu berhati-hatilah di jalan, jangan mudah emosi dan slalu waspada karena jalan raya bukan buat kita saja..
40 km/jam itu sudah cukup cepat bukan..?????

HATI-HATILAH.. KARENA KELUARGA DI RUMAH MENANTI KEDATANGAN ANDA

  • view 47