Selamat ulang tahun bu, kami bahagia

Istana Mimpi
Karya Istana Mimpi Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 April 2016
Selamat ulang tahun bu, kami bahagia

Tanggal 7 april bukan hari yg asing lagi bagi santri PP As saidiyyah 2 BU. Hari itu hari ulang tahun pengasuh tercinta mereka, Ibu Nyai Hj Drs Umdatul Choirot. Seperti biasa, para santri merayakan hari kelahiran pengasuh mereka dengan semangat.
Acara perayaan itu memang tidak tepat pada 7 April, ini karena kesibukan ibu dan memang malam itu ibu ada acara pribadi dengan keluarga besar bani rohim. Tapi itu tidak menghadang para santri untuk membahagiakan pengasuh tercinta mereka. Tanggal 8 April sekitar pukul 20:00 WIB, setelah perlengkapan acara terkumpul dari sumbangan para santri, acara perayaan ulang tahun berlangsung. Mula- mula jaringan listrik di seluruh wilayah pondok dimatikan. Hanya menunggu hitungan detik ibu keluar dari kamar pribadinya. Spontan semua santri bernyanyi lagu happy birthday. Ibu umdah terlihat riang saat melihat santri didiknya bernyanyi untuk pengasuh mereka.
Setelah bernyanyi dan meniup lilin, jaringan listrik kembali dinyalakan. Kemudian Ibu memberikan sedikit sambutan kepada para santri. Dalam sambutannya, ibu menyampaikan terimakasih dan mohon maaf kepada santri atas perlakuan ibu yg kurang berkenan. "Sesungguhnya ibu hanya khawatir kalau anak-anak nanti hidupnya kurang maksimal gara-gara belajarnya kurang maksimal" dawuh ibu dg nada bicara yg lembut. Selain itu ibu juga mencicipi buah leci yg terhias di atas kue dengan cara makan khas masa kecilnya dulu. Santri-santri tertawa riang melihat pengasuh mereka melakukan aksi tersebut. "Buah ceri itu digigit dengan gigi geraham, itu cara makan ibu waktu kecil katanya" kata salah satu santri yg mengikuti acara malam itu.
Acara malam itupun berjalan sukses. Di ikuti oleh semua santri Pa dan Pi, ibu juga menjelaskan singkat tentang perlunya bahagia dalam hidup. "Hidup susah terus itu tidak ada, pasti ada kesenangan-kesenangan. Kesenangan dan kebahagiaan itulah yg kemudian menambah rasa syukur" dawuh pengasuh yg diberi hadiah baju gamis berkombinasi merah hitam itu.
Acara itu tidak bisa berlangsung lama, karena ibu akan menghadiri acara pertemuan alumni mahasiswa islam dan khaul mbah bisri di denanyar. Abah juga tidak bisa ikut serta karena harus menghadiri acara khaul. Namun para santri tetap bersyukur dan bahagia bisa merayakan acara rutin ini. "Iyo seneng iso mbales jasa nang bu nyai masio titik(iya senang bisa membalas jasa bu nyai walaupun sedikit)" ujar tomi, salah satu santri yg ikut serta dlm acara tsb.

  • view 234