Kenalan dengan 'Physical Medicine and Rehabilitation"

Gustin Muhayani
Karya Gustin Muhayani Kategori Project
dipublikasikan 26 November 2016
Tulisan Akhir Pekan

Tulisan Akhir Pekan


Ini hanya cerita yang berlalu lalang di kepala. Tulisan pemuas jiwa.

Kategori Non-Fiksi

831 Hak Cipta Terlindungi
Kenalan dengan 'Physical Medicine and Rehabilitation

Masa depan menjanjikan kemajuan ilmu dan teknologi yang lebih canggih untuk membantu seseorang yang mengalami ‘sakit’. Orang  orang tidak lagi hanya ingin sekedar ‘sehat’ dari penyakitnya tapi menjadi manusia yang fungsional.

Berawal dari bertemu seorang pasien yang mendapat serangan stroke pertamanya di usia 46 tahun dan ia yang hanya mengetahui cara menghabiskan hari-harinya diatas kursi roda beberapa tahun ke depan. Menyisakan perjuangan sang istri untuk bekerja menghidupi keluarga kecil mereka, membuat saya menyadari bahwa seseorang itu tidak selesai dengan urusan sehat setelah sakitnya tapi justru ada urusan lebih menantang untuk kembali fungsional menjadi seseorang sesuai perannya. Jika dalam bahasa sehari-hari kami sebagai seorang dokter,  seorang pasien harus sehat dari impairment, disability, dan handicapnya. Kalaupun ia harus memiliki impairment, jangan sampai ia memiliki disabilitas. Jika harus memiliki disabilitas, jangan sampai ia handicap. Upaya terbaik adalah mengembalikan fungsi optimal seseorang yang sesuai yang ada tersisa.

Menyadari tantangan didepan ini maka rasanya perlu bagi saya untuk memperkenalkan salah satu bidang spesialisasi yang saat ini mungkin belum cukup familiar ditelinga masyarakat kita, Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) atau Physical Medicine and Rehabilitation (PMR).  Memang hal lumrah jika IKFR belum cukup sering terdengar karena pendidikan ini baru resmi disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia  pada tahun 1987. Usia yang masih belia dibandingkan bidang spesialisasi lainnya.

Ilmu ini merupakan salah satu cabang dari kedokteran yang fokus pada penatalaksanaan yang komprehensif terhadap disabilitas akibat penyakit atau trauma pada sistem neuromuskuloskeletal dan kardiorespirasi serta gangguan psikososial dan vokasional yang menyertai disabilitas tersebut.

Disabilitas yang muncul akibat dari suatu penyakit seringkali membuat seseorang menarik diri dari lingkungannya (handicap). Dan akhirnya jika tidak tertangani dengan baik, maka kondisi handicap ini dapat menimbulkan permasalah sosial lainnya.

Penanganan disabilitas bukan hanya membutuhkan kerjasama dokter dan pasien saja. Tim rehabilitasi medik terdiri dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, fisioterapis, terapis okupasional, terapis wicara, ahli pembuat ortesa dan protesa, psikolog, perawat/caregiver/keluarga pasien, dan pekerja social medis.

Salah satu motto yang familiar dilingkungan rehabilitasi medik adalah not only to add years to life, but also to add life to years.

Memperkenalkan bidang spesialisasi ini tak sekedar hanya ingin menaikkan pamor (biar semakin banyak layanan rehabilitasi medik yang komprehensif di daerah-daerah) tapi harapannya ke depan tak ada lagi seseorang yang masih bisa bernafas dan masih berstatus sebagai manusia tapi tidak hidup selayaknya manusia.

Jika ada pertanyaan terkait IKFR alias PMR, silahkan kunjungi layanan terdekat di daerah anda. InsyaAllah saat ini layanan ini pun sudah bisa diakses di beberapa rs daerah dengan minimal kelas rs c. Jangan tunda orang-orang tercinta kita menjadi tidak fungsional karena ketidaktahuan kita.

 

 

  • view 286