DURIANKU, TUNJUKKAN DURIMU !

Gus Lim
Karya Gus Lim Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Februari 2016
d'KALTARA GRAFTER

d'KALTARA GRAFTER


Kategori Acak

675 Hak Cipta Terlindungi
DURIANKU, TUNJUKKAN DURIMU !

Saat si Raja buah itu di kenalkan melalui layar putih yang terpasang tegak lurus di depan para peserta Musda Asppehorti Jawa Timur ketika itu, tampak semua terkesimak menyimak satu persatu gambar buah Durian Unggul yang dipaparkan oleh sang penghulu tanaman (panggilan akrab-red- Dr. Lutfi Bansir).

Entah, apa yang ada dalam pikiran seluruh peserta kala menyaksikan dan mulai tau bahwa ada banyak buah khususnya Durian milik negara tetangga, yaitu Thailand, Malaysia dan Brunai yang begitu merajai pasar lokal hingga internasional. Ada jenis Durian Musang King, Ocche, Udang Merah, D24 dll. Percaya atau tidak sebagian peserta yang semula menyaksikan durian lokal nusantara kita telah dianggap begitu unggulnya bahkan nyaris tak berdaya bila disandingkan dengan jenis Durian unggul yang mereka punya. Baik harga maupun performanya. Lantas apakah kita kecewa atau malah jadi tak percaya diri hingga akhirnya putus asa?

Bagi seorang Indonesianis, yang sadar bahwa negaranya agraris justru jawabnya TIDAK!... Karena bagaimanapun plasma nutfah negeri kita lebih kaya, tanahnya subur dan wilayahnya luas, sangat terbuka peluang dan kesempatan, karena faktanya pangsa pasar dalam negeri yang dimiliki justru lebih luas dari pada hanya membidik pasar luar negeri (eksport). Lihatlah plasma nutfah durian kita dari sabang sampai merauke jenisnya sangat variatif, rasa dan aromanya bermacam-macam bahkan juga harganya sangat terjangkau kantong rakyat sendiri. Begitupun jumalh penduduk dan warga negara indonesia 230 juta jiwa. Sungguh, ini segmen pasar yang luar biasa. Alangkah naif sekali, jika kita hanya mampu menanam durian unggul import yang mahal, tapi tak bisa menjual karena rakyat kita tak mampu membelinya.

Ada satu solusi kompromistis, setidaknya 1). Kita tetap menanam dan mengembangkan buah durian lokal nusantara karena segmen pasarnya sudah tersedia, disamping itu juga 2). Menanam jenis import agar buahnya nanti tak perlu membeli kepada negara tetangga. Sehingga kedua strategi ini bisa dijalankan tanpa mengabaikan peluang pasar yang ada.

Disinilah wadah petani dan pelaku usaha horti seperti Asppehorti tegas mengambil peran; Pilih Bisnis atau Nasionalis?

Nah, pertanyaan semacam ini sebenarnya mulai terjawab keraguannya saat diskusi tentang ?Berkebun Durian Unggul Nusantara? yang digelar sebelum musda Asppehorti dengan diwarnai ragam solusi taktis dan kongkrit dari para narasumber berpengalaman dibidangnya ketika itu, yakni sebagai berikut:

?

  1. Lutfi Bansir (Pakar Durian): Pengembangan Durian Unggul dan Mahal (spt. Musang King) cocok di Pulau Jawa karena infrastruktur dan akses pasar yang sangat mendukung. Disamping itu Gerakan Top Working Nasional perlu digagas agar durian lokal yang tidak jelas segera memiliki nilai tambah dan bisa kompetitif di era MEA.
  2. Emil Elistianto Dardak (Bupati Trenggalek): Petani harus menjadi Praktisioner di lapangan dan rasa bangga menjadi Petani harus terus ditumbuhkan di masyarakat. Pemerintah harus mampu mempunyai inovasi kebijakan dan Kabupaten Trenggalek siap menjadi tuan rumah festival horti, misal diantaranya dengan menggalakkan Program Top Working untuk pengembangan Durian Ripto khas Trenggalek, Bupati juga membuka peluang bagi pihak lain untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah.
  3. Muchibuddin, SE., M.Ak (Direktur Puspa Agro): Memberi kesempatan seluas-luasnya bagi petani dan pelaku usaha agro agar bisa memanfaatkan trading house Puspa Agro.
  4. Rachmad Mapparawali, SE (Direktur Agrifresh-Suplyer) : Menyarankan agar Petani melakukan pola kemitraan dengan dibantu pembiayaan melalui koperasi atau lembaga keuangan syariah seperti yang dilakukan CV. Agrifresh dengan mitranya.
  5. Imam Pituduh, SH (Sekjend Asppehorti) : Merumuskan gerakan dilevel akar rumput/ petani harus menjadi kesadaran yang mutlak dimiliki oleh siapapun yang menginginkan negeri ini berdaulat sebagai negara agraris karena secara transendentalnya sudah sangat jelas bahwa berpihak pada petani adalah keniscayaan dari misi setiap umat dalam semua agama.

?

Dari seluruh paparan inti yang disampaikan para narasumber diatas jika ditarik benang merah, setidaknya ada beberapa pointer yang bisa diambil sebagai pijakan untuk menyusun varian program strategis yang kongkrit, antaralain:

  1. Breeding Center Horti : Durian Lokal Unggul Nusantara
  2. Gerakan Top Working Durian Lokal Unggul Nusantara 1000 pohon per Sentra
  3. Kebun Produksi Durian Unggul berkelas di Jawa Timur
  4. Trading House Center Durian Lokal Unggul Nusantara
  5. Durian Training Center ( Mencetak Grafter Muda Ahli dan Kompeten)
  6. Advokasi dan Edukasi Durian (Hidup Sehat dengan Hortikultura)
  7. Symposium Durian Internasional
  8. Festival Durian
  9. Agrowisata Durian ( Wisata Hortikultura )

Pada akhirnya, mengedukasi masyarakat agar mengenal dan memahami potensi komoditi hortikultura secara utuh dan komprehensif adalah tantangan yang paling utama bagi pegiat horti khususnya di Asppehorti. Sehingga akumulasi pemahaman yang utuh dari setiap warga bangsa diharapkan akan merubah mindset dan orientasi kebijakan negara disektor hortikultura. Hal ini bisa dilakukan dengan memilih pintu masuk melalui komoditas horti yang berduri yaitu Durian. Durianku, tunjukkan durimu !

?

Penulis adalah:?*Sekjend Asppehorti Jatim

[tulisan disarikan dari resume hasil diskusi dalam rangka Muda Asppehorti Jatim, Blitar 13/2/16]

  • view 230