MORINGA: PELUANG BISNIS YANG MENGANGA

Gus Lim
Karya Gus Lim Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 30 Desember 2016
MORINGA: PELUANG BISNIS YANG MENGANGA

Banyak sekali yg bertanya ttg peluang pasar Kelor dunia. Sering kali sy enggan utk koment atau menjawabnya, krn setiap sy jawab bahwa kebutuhan dunia thdp Kelor baru terpenuhi 40 %, sebagian besar justru ujung2nya minta agar sy yg diminta menampung/menyerap produk mereka ... hehe lucunya ... "Kan anda pegang PO nya, tinggal kasih tau spec dan harga bro....?", begitu biasanya yg dikatakan ketika saya menolak.

Kawan, Moringa itu komoditas spesifik, tidak sama dg komoditas lainnya. Bila berpikir pasar dulu baru mau nanam dan berusaha, mk saya pastikan tidak akan pernah bisa berhasil. Jangankan main di ekspor, di lokal saja saya ragu bisa berjalan stabil apalagi tumbuh....

Mari kita lihat India, nenek moyangnya Kelor dunia, sejak 2014 - saat ini, telah menjual serbuk Kelor senilai USD 7.155.409 dg jumlah total 1.370.287 kg. Lihat Average Price per Unit nya, sekitar USD 5,22 /kg. Pembeli terbesarnya Amerika yang menyerap 64,6 %, kemudian Jerman, Inggris, Korsel dan China, lalu banyak negara lainnya.

Nah, Apakah hanya pasar dg harga rata2 itu yg ada di dunia? Tentu tdk kawan...., ada harga ada kualitas. Faktanya kita bs koq menjual dg harga tinggi jika.kualitas bagus.
Loh koq bisa ? karena sejatinya yg mereka beli itu kandungannya, bukan berat per kg nya. Dalam berat yang sama, jumlah kandungan nutrisi atau senyawa aktifnya bisa jauh berbeda, contoh gampang kadar air saja, sama2 1 kg, tapi yang satu 5 % dan satunya lagi 12 %, tergantung dari bagaimana metode budidaya dan pengolahannya. Sy sdh pelajari data dan grafiknya.... jk itu dilihat lebih detail lagi, dsitu sangat tampak sekali... ada banyak average price yang berbeda di India, tergantung produsen dan pelaku usaha/eksportirnya.

Intinya, NKRI ini indah dan penuh berkah bagi orang2 yang berfikir termasuk (meski hanya) KELOR, insyaAllah... (Y)

*Penulis: Pengurus ICAM Foundation (Insan Mandiri Agro Madani) www.icam-foundation.org

Dilihat 203