Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Enterpreneurship 26 Oktober 2016   16:53 WIB
MENG-INDIGOFERA-KAN INDONESIA !!!

Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera, suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya sebagai tom
Penggunaan Indigofera sp
1. Umur potong pertama : 8 bulan
2. Interval pemotongan : 60 – 90 hari
3. Tinggi pemotongan :1,0 – 1,5 meter dari permukaan tanah
4. Jumlah pemberian :1 – 2 kg/ ekor per hari

Tanaman hasil temuan Prof. Luki Abdullah dari IPB merupakan hijauan pakan ternak jenis leguminosa, pohon yang memiliki nutrisi tinggi ini berasal dari tanah Papua. Rata-rata tinggi pohon Indigofera ini sedang, namun daunnya lebat dan bisa berproduksi banyak. Selain itu, pakan ternak murah dan berkualitas ini diyakini bs menurunkan biaya produksi pakan, krn dari 1 hektar Indigofera ini ckp utk 10 ekor sapi, smtr utk satu hektar rumput biasanya hanya cukup utk satu ekor sapi, Sehingga sangat produktif & efisien. Hal ini bs berdampak pada turunnya biaya produksi ternak dg demikian akan menurunkan harga daging di pasaran.....Mari #Meng_indigofera_kan Indonesia !

Berikut Tips bagaimana caranya agar bisa #Meng_indigofera_kan Indonesia !

Cara menanam Indigofera: Adapun cara menanam indigofera sp  langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1.siapkan lokasi dimana mendapat cahaya matahari penuh karena indigofera merupakan tanaman yang mebutuhkan cahaya dan panas disaat perkecambahan.

2. Siapkan Polibag ukuran minimal diameter 8-10 cm di isi tanah subur bagian atas atau tanah biasa diberi pupuk kandang, polibag ini saat pembibitan harus dalam kondisi tersiram air setiap hari tetapi tidak boleh digenangi karena kalau terlalu lama tergenang bias menyebabkan busuk.

3.Sebelum disemaikan rendam dulu biji indigofera 12 jam dalam air dingin kemudian buang yang mengambang setelah itu tabur 4-5 butir benih indigofera di dalam polibag dan sirami setiap pagi dan sore, tidak perlu menggunakan pupuk kimia tetapi cukup dengan tanah subur atau pupuk kandang atau organic karena indigofera akarnya bisa mengambil nitrogen dari udara.

4.Setelah usia2-3 bulan di polybag indigofera bisa ditanam di lokasi , usahakan dibuat guludan saat tanam awal sehingga bila musim hujan deras dia tidak terkena genangan karena bisa menyebabkan akar busuk.

5.Tanaman indigofera bisa dipanen 70-90 hari sekali, sisakan dari tanah batang utama dengan ketinggian 80 cm.

6.Untuk pemupukan bisa menggunakan kombinasi pupuk kandang dan tsp dan npk.

7.Indigofera toleran di lahan berketinggian 1 sd 1800 an meter dpl dan relative lahan daerah kering.

Bagaimana mendapatkan benih dan menyemai benihnya ?

Indigofera, biji nya relatif mudah di dapat di indonesia, sudah banyak yg jual benih. Sehingga kita tinggal melakukan penyemaian benih dengan baik dan benar, berikut tips nya:

Cara semai indigofera: untuk melakukan penyemaian biji indigofera ada tips lain yang bisa digunakan , akan kami jabarkan sebagai berikut :

1. rendam dalam air dingin selama 12 jam, buang benih yang mengambang.

2. siapkan kain kasa basah atau kain buat menyaring dan peram didalam kain tersebut selama 24 jam.

3. setelah 24 jam celupkan kain berisi benih tersebut kedalam air dingin selama 10 menit kemudian tiriskan atau angkat dari air ( posisi benih masih didalam kain ) , ulangi 24 jam kemudian sambil dicek apa sudah berkecambah.

4. biasanya 2-3 hari sudah mulai berkecambah dan diteruskan sampai banyak yg berkecambah.

5. yg sudah berkecambah dipindah kan ke polibag untuk pembesaran

6. siapkan polibag ukuran 10 x15 di isi tanah n pupuk kandang

Kalau bibit sudah seperti ini sudah bisa dipindahkan ke lahan untuk ditanam. Nah, selamat #Meng_indigofera_kan Indonesia !

 

===

*Penulis adalah Inisiator Gerakan Santri Berkebun dan Relawan GENDIR Jatim (Gerakan Indigofera)

Karya : Gus Lim