DEKLARASI : “GERAKAN PETANI MODERN”

Gus Lim
Karya Gus Lim Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 24 Mei 2016
DEKLARASI : “GERAKAN PETANI MODERN”

Berawal dari acara Kopdar Fruitpreneur (Wirusahawan buah lokal ) yang digagas oleh para pegiat Asosisasi Petani Pengolah Hortikultura Jatim (Asppehorti Jatim) berkolaborasi dengan sikumis.com (marketplace pertanian indonesia) yang didakan di Hotel Santika Malang (23/5) sore itu benar-benar telah menjadi moment penting dalam menyuarakan isue regenerasi petani. Hadir pula diacara tersebut pakar buah-buahan dari Belanda (Prof. Jos Jansen) sebagi tamu dari salah satu petani horti jatim , dokter herbalis (Dr. Abdul Gani) dan beberapa pemuda dan pegiat agro mewakili komunitasnya antaralain Pemuda Tani Indonesia, PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia) dan ISMPI (Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia), GreenLife Indonesia, Fruitpreneur Network, LPP NU Jatim dan juga Dr. Siswoyo dari Pusdik BPSDMP Kementan karena kebetulan acara kopdar bersamaan dengan workshop penumbuhan wirausahawan muda pertanian yang diadakan Kementan.

Saat diskusi dimulai, masing-masing peserta saling memerkenalkan diri sekaligus saling mengumpan informasi dan memberi feed back terkait pengalaman dan aktivitas yang dilakukan di bidang pertanian. Suasana menjadi hangat kala diantara peserta mulai memaparkan ragam problematika dan juga peluang bisnis pertanian. Namun  disamping itu anggota forum tampak terlihat lebih bersemangat karena yang hadir rata-rata pemuda yang memiliki profil sebagai pelaku bisnis dibidang pertanian. “Saya terkesan dengan pertemuan ini karena ternyata bisnis pertanian hari ini terbukti masih diminati oleh pemuda..” kata Edward SS founder sikumis.com. Selain sebagai founder sikumis.com beliau juga penggagas gerakan pertanian modern yang pada akhirnya ide ini dirasa memiliki platform yang sama dengan platform yang diusung oleh peserta yang hadir, hingga pada akhirnya Aman Sugandhi (Ketua Asppehorti) yang juga hadir pada waktu itu menyambut baik ide gerakan ini agar bisa di dorong bersama-sama sehingga dampak positifnya semakin luas. Demikian juga hal yang sama disampaikan oleh Dr. Siswoyo dari Pusat Pendidikan-Kementan, beliau mengganggap hal ini penting, bahwa para calon sarjana pertanian harusnya mengetahui sejak dini bahwa bisnis pertanian sangat prospek ke depan sehingga kita perlu bersinergi baik dengan stakeholder pertanian melakukan sosialisasi ini khususnya di kampus-kampus pertanian. Sejumlah 30 orang peserta yang hadir dalam acara ini akhirnya bersepakat untuk mendeklarasikan Gerakan Petani Modern pasca acara kopdar secara bersama-sama berkomitmen mendorong ide baik ini untuk menjadi solusi atas persoalan regenerasi pertanian yang sedang berada pada titik kritis di negeri ini. “Harapan kedepan dari acara kopdar semacam ini bisa menjadi pemantik semangat bagi pemuda, mahasiswa dan masyarakat pertanian agar mau terlibat memajukan dunia pertanian dan semakin menyadari bahwa pertanian adalah garda terakhir pertahanan bangsa” pungkas Abdus Salim selaku inisiator acara sekaligus Sekjend Asppehorti Jatim. **

sumber berita : www.stppmalang.ac.id

  • view 603