MENJELANG

Mohammed Guerrero
Karya Mohammed Guerrero Kategori Puisi
dipublikasikan 14 Mei 2016
MENJELANG

Di malam ini aku bermunajat kepada Tuhan
-maha pencipta pantai penuh keelokan-
sebelum aku meninggalkannya
aku berdo'a,  semoga sepeninggalku ia tak berbangga
hati, takabur dikunjungi orang-orang berada negeri ini:
para teknokrat, konglomerat yang mengunjunginya
dengan segala kemewahan
sehingga ia masih menganggapku saudara
saat aku bertandang satu saat nanti,
meski  aku hanya datang berpakaian lusuh,
menjinjing buku puisi, dan sebatang pena


Aku juga menyampaikan salam perpisahan
melalui desau angin malam tempatku membagi angan-angan
impian dan harapan
aku berjanji akan pulang di sisinya
jika kolong jembatan tak menerimaku sebagai keluarga
atau paling tidak sebagai teman biasa yang sudi
memberi kelonggaran jiwa dan menganggap aku ada

 

Di malam ketika bintang sudah bisa kuhitung jari
niatku semakin antusias menuju kota
duduk di bawah kolong jembatan sembari menulis
kemajuan manusia dan kota

 

Tahu-tahu satu bintang mencerna hasrat
yang tersirat di benakku, bila aku sebenarnya hendak
menemui Maitalea
wanita pantai yang hilang ditelan senja
tapi apa peduliku, sebab mencari Maitalea
berarti menyelisik kehidupan, itu menurutku
dan keyakinan kelaki-lakianku

 

Besok aku berangkat ke riuh ramai kota,
untuk memenuhi permintaanmu, Maitalea
asal jangan kau minta aku meninggalkan puisi

Bumi Tuhan 2016