SENDIRI

Mohammed Guerrero
Karya Mohammed Guerrero Kategori Puisi
dipublikasikan 11 Mei 2016
SENDIRI

 

Ke sini aku kembali mengusut tabu detak di jantungku
bergemuruh umpama deru ombak kali ini 

 

Aku melihat camar itu lagi,
tapi aku tak ingin bertanya kepadanya perihal mengapa
ia telah dan masih sendiri
sebab kehilangan itu kubaca dari kepak sayapnya yang lunglai,
renungannya panjang di dahan pohon
dan sesekali membuang rahasia ke awan-awan
yang kuterjemahkan lewat perasaanku sendiri

 

Dan aku tak lagi ingin bertanya kepada laut, Maitalea
meski angin menayangkan bayangmu berkerudung putih
gemulai menari-nari di pelupuk mataku

 

Aku biarkan kau seperti ombak itu,
pasang ke pantai namun tetap akan surut ke tengah nanti
karena aku di tengah sana, Maitalea, di pusar kebingunganku
mencari yang tak sempat kuhampiri

 

Selebihnya aku berangan-angan kita bertemu kemudian hari
agar aku dapat mengenalmu barang sebentar
lalu kulukis keindahan lebih dari sekadar kedua bibirmu

 

“Berhentilah menulis puisi di pantai! Tulislah kegamangan
zaman kita di kolong jembatan.”
Kau, Maitalea 

 

Aku tenggelam di keras ombak suaramu yang perlahan reda
menyisa tanya yang bergema di pesisir, di pasir,
di balik mana kau bersembunyi

 

 

 

Bumi Tuhan, 2016