Pernikahan??

allyce faricy
Karya allyce faricy Kategori Renungan
dipublikasikan 05 April 2017
Pernikahan??

Ketika kita memutuskan untuk menikah, apa yang kita fikirkan?

Kebahagiaan, tawa atau kesenangan? Saya akui, tidak muluk karena memang itu yang kita dapatkan, selain air mata, pertengkaran, canda. Dengan catatan bahwa kita menikahi orang yang tepat. Orang yang mau dengan sadar dan sabar menerima setiap kekurangan yang kita miliki dan menghargai semua kelebihan dalam diri kita.

Pernikahan memang tidak semudah kita mengatakan dan semudah apa yang kita bayangkan. Ada banyak hal yang harus kita tolerir dan ego yang harus kita turunkan. Menikah menyatukan dua kehidupan berbeda menjadi satu tujuan dalam hidup. Tidak salah apabila kemudian dalam pernikahan ada cek cok, ada perdebatan karena hal itu yang membuat kita sadar bahwa kita menikahi manusia yang punya banyak keinginan dan cara berpendapat yang berbeda.

Tapi, menikah juga tidak serumit kita membahas rumus diferensial tingkat lanjutan padahal kita adalah murid kelas 1 SD. Banyak hal yang bisa diselesaikan berdua dengan komunikasi dan bicara. Banyak hal menjadi asyik kalau dilakukan berdua dengan pasangan. Bercanda, membenahi rumah, nonton, makan siang bersama bahkan hal remeh seperti tersenyum sangat asyik jika dilakukan dengan pasangan kita.

Wanita yang sudah dinikahi, artinya lelaki telah memilihnya menjadi tulang rusuknya. Yang kita tahu, fungsi dari tulang rusuk adalah melindungi organ vital manusia. Jantung, termasuk hati di dalamnya. Yang artinya tugas wanita adalah menjaga hati lelakinya dari penyakit hati dan mungkin hal yang menjerumuskan lelaki dalam dosa.

Lelaki yang menikahi wanita, artinya dia sudah memantapkan hati menjadi imam bagi wanita dan keluarga kecilnya. Memberi tauladan baik kepada wanita, memimpinnya. Menuntun untuk dengan baik melaksanakan kewajiban dan hak sebagai istri.

Lantas bagaimana dengan mereka yang pernikahannya dikhianati oleh pasangannya sendiri? Apa yang salah dengan dia? Barangkali dunia seakan runtuh dan menyesali keputusan menikah dengannya. Bisa jadi kan?

Perlu kita pertanyakan juga, sudahkan sang wanita menjaga hati lelakinya? seperti peran tulang rusuk yang menjaga hati dan jantung?mendoakan atau malah membiarkan?
Sudahkah juga lelaki menjadi imam seutuhnya pada wanitanya? memberi contoh2 terbaik? atau malah membiarkan wanitanya tidak khusuk menjalankan kewajiban dan haknya?

Teruntuk mereka yang telah menjalankan hak dan kewajibannya namun mereka masih dikhianati.

Wahai Wanita yang telah dikhianati. Saya sangat yakin anda adalah wanita yang luar biasa.  Seperti Asiyah Binti Muzahim, istri Firaun yang begitu sabar dan yakin dengan keimanannya meskipun suaminya begitu bengis padanya. Maka diberikan sebuah rumah di surga Nya. Kalian adalah wanita terpilih yang sangat dikasihi Nya untuk menerima ujian yang luar biasa ini. Kalian memiliki hati yang kuat dan sangat luas, karena Dia mengujikan semua pada kalian. Mungkin kalau bukan wanita lain yang mengalaminya atau mungkin saya, saya yakin tidak akan bisa sesabar anda. Tidak akan setegar itu. Atau mungkin jalan terburuk.

Untuk lelaki yang cintanya dikhianati. Anda adalah umat terbaiknya. Seperti Nabi Nuh as yang istrinya mengingkari kenabiannya. seperti Nabi Ayub as yang ditinggalkan istrinya ketika dia jatuh miskin dan sakit. Kalian telah dipilih -Nya untuk mengalami kesakitan yang teramat. Ketika jatuh mengharap kekasih hati mampu menyemangati dan merawat. Menemani dalam malam - malam penuh pengharapan dan doa. Namun kenyataannya, anda ditinggalkan begitu saja. Bersabarlah. Kelak akan ada masa dimana lelaki mendapatkan kejayaannya kembali, kalian bisa memilih memaafkan seperti Nabi Ayub as yang memaafkan istrinya dan menerima kembali istrinya atau seperti Nabi Nuh as yang membiarkan wanitanya tenggelam bersama orang yang mengingkari kenabiannya.

Pada akhirnya apa yang kita tanam adalah apa yang kita petik. Penghianatan dalam pernikahan pun kelak akan dipetik buahnya. Entah hari ini pada diri kita atau besok pada anak cucu kita.

 

  • view 34