Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 21 Juni 2016   10:29 WIB
Terimakasih Dia

Dan Sekarang Ada yang Baru

 

Putus dengan mu. Menyadarkanku.

Cintailah Tuhannya, baru ciptaanya.

Aku yang terlalu sayang, yang terlalu minteri kamu, yang memikirkan mu selalu.

Yang benar benar selalu. Sesayang itu aku dengan mu, dengan cara yang salah, membuatmu tak nyaman.

 

Berlebihan.

Aku sayang dan perhatian dan memikirkan mu secara berlebihan. Baru 3 bulan memang.

Namun perasaan tidak dapat di ukur seberapa lama kamu bersama, tapi sedalam apa ketika kita membagi waktu, meski Cuma seminggu sekali ketemu.

 

Terlebih dalam hal itu, mohon ampun ku kepada Tuhan, yang telah mengabaikan Nya, hanya demi cinta cipta Nya.

Hingga akhirnya di renggut, Putus. Skenario dari Tuhan.

Dengan kesabaran mu dan kekeras kepalaan ku dan perbedaan adat dalam merangkai kata untuk bertukar pendapat.

Hingga sekarang pun, rasa yang sama. Tidak pernah berbeda.

Masih Sayang. Kepikiran. Perhatian.

Meski tangan mu telah berpunya, rasa sayang ku tidak padam walau sementara.

Entah kenapa.

 

Ingin ku berhenti,

Tersiksa? Pasti.

 

Dan sekarang ada yang baru.

Masuk ke dunia ku, masuk ke hati ku.

Memberi kan perhatian, memberi setiap candaan.

Terkikis mulai rasa sakit yang dulu aku sengaja.

Ketika dengan mu aku mencinta.

 

Pelan pelan, diam, dan mulai terbenam.

Serangkaian kisah lama yang di ringkas dalam sebuah kenangan.

Sejenak menjadi tawa kebahagian.

Dari dia, untuk ku yang lama tenggelam dalam kesedihan.

 

Dan Doa ku.

 

Hanya berharap kau tau.

Kenapa seberlebihannya aku dulu, terhadap mu.

Karena aku ingin jadi yang terakhir dan terbaik untuk mu.

Dulu.

 

Dan usahaku telah kau mentahkan dengan segala ucapan mu.

Kamu hentikan. Hanya karena kamu ingin bahagia dengan cara mu.

Dan bersikukuh, bahwa aku yang salah, karena caraku melafalkan cinta di hadapan mu.

Dan iya. Benar saja.

 

Semoga kelak kamu akan sadar, bedanya cinta yang menerima apa adanya.

Dengan cinta yang tidak membiarkan mu seadanya.

 

Jangan pernah banding kan dirimu dengan yang lain.

Karena kamu sempurna baik di mataku. Sampai sekarang, kawan.

 

Belum pernah sehari pun tak ku sebut nama mu dalam doa ku.

Berharap Tuhan memberikan pria yang lebih baik dari ku.

Yang mampu memberi senyum tawa, yang tidak hanya bertahan tak lama.

 

Karena yang aku rasakan, aku pikir selamanya.

Terimakasih, mantanku, temanku :)

Karya : Go Andre Widodo