Aku Memilih Dia

Gita Fitrian Januar
Karya Gita Fitrian Januar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 September 2016
Aku Memilih Dia

#HIJRAH HATI PART 2

 

Aku Memilih DIA

Bahkan aku mengira rasa ini tepat untuk aku miliki, tapi aku salah aku semakin terhanyut bahkan terjebak dalam muara rasa yang tak halal ini. Merasa di cintai, di sayangi, di perhatikan bahkan rela berkorban adalah hal naïf jika tak kau lakukan.

 

Tapi aku sadar rasa ini salah, rindu ini juga salah. Aku orang yang tak mengerti cinta. Terus mengharapkan cinta selain-Nya.  Terus memberi seluruh perasaan selain kepada-Nya. Mungkin barangkali aku terus berdua saja selain dengan-Nya. Menghabiskan waktu, detik demi detik selain kepada-Nya. Ah kau tau, sepayah ini aku mengejar cinta selain-Nya?

 

Pada akhirnya,  Dia cemburu, dia tak rela dengan cinta kita yang semestinya tak kita satukan. Aduhai yang kucintai kita harus berpisah.  Berpisah. . .

Aku merasa dihempaskan ke dasar bumi.  Karna tak ada perpisahan ataupun kehilangan yang lebih menyesakkan, selain kehilangan oleh orang yang kita cintai bukan?  Tapi setidaknya, semenyakitkan apapun yang dirasakan aku terlepas dari cinta yang tak halal.

 

Aku mohon kau pergi lah . . .

Jangan lagi tersenyum padaku seperti itu, sebab mengharapkanmu sekarang itu adalah mustahil bagiku. Karna aku sadar berharap kepada-Nya adalah sebuah kepastian. Aku tak mau lagi merasakan sebuah luka kecewa yang amat sangat perih. Karna ketika kita  mengejar cinta dia ,ketika itu juga  Allah jauhkan dia. Tapi ketika kita mengejar cinta Allah, ketika itu juga Allah dekatkan dia.

Kau tau kisah itu? Percayalah akan itu

 

Aku sudah memilih Dia bersamaku. Aku akan berdua saja bersama-Nya di setiap malam dengan sehelai sajadah. Ya hanya berdua saja, tak ada yang mengganggu.

 

Sebagai penutup,

Aduhai dulu yang pernah aku cintai, itulah barangkali aku ingin menjaga jarak denganmu agar rasa ini tak tumbuh kembali. Ah, aku doakan semoga kau bertemu jodoh yang pastinya akan halal bagimu. Tentunya bukan aku kan? Sosok yang nantinya akan selalu membuatmu bahagia. Dan selalu engkau rindukan setiap harinya.

Kok, kata ‘ semoga’ yang aku lontarkan tadi begitu membuat sesak di dada ya?

 

 

GFJ tiga huruf saja

  • view 233