Aku Rindu. Rindu semu

Gita Fitrian Januar
Karya Gita Fitrian Januar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Agustus 2016
Aku Rindu. Rindu semu

 

#HIJRAH HATI PART 1

 

Aku Rindu. Rindu semu

Beberapa waktu terakhir ini, aku berjanji kepada semuanya termasuk diriku sendiri untuk tidak menulis sedikit pun atau apapun tentang 'kamu yang tak benar benar pergi'. Alasan utamanya hanya untuk bisa melupakanmu sejenak dan seutuhnya.

Iya, barangkali aku berhasil untuk saat ini. Waktu waktu berikutnya, kadang aku merindukan dirimu di dalam tulisanku. Aku saja, rindu kamu ada di tulisanku apalagi di dalam hidupku? Tentu saja aku. Sangat rindu. Iya rindu. Hmm rindu semu. Kau tau rasanya memelihara rindu? Seperti memelihara sebuah pohon kaktus dengan tangan sebagai pot. Sakit.

Aku tidak mengerti kenapa aku bisa segila ini memperdulikanmu. Mencintaimu. Menyayangimu.  Kamu diam, kamu yang menghindari, kamu juga selalu bersikap tak acuh, namun kamu masih menjadi seseorang yang selalu aku rindukan. Hmm rindu semu 

Kita jarang sekali bertatap muka. Hampir jari jariku bisa menghitungnya. Bicara saja tabu, tapi aku selalu ingat akan semuanya. Aku masih ingat saat kita bercanda. Pernahkan kamu menginngatnya? Coba ingat saat itu? Ketika kita hanya berdua saja? . Dan masih ingat caramu menatapku, tatapan dengan kasih sayang. Pernahkah kamu mengingat akan masa lalu?

Aaah sial aku tak pernah menabung untuk mempunyai sebuah keberanian untuk mengatakan semuanya. Pantas saja kamu tak pernah tau, karena memang aku tak pernah mengatakannya padamu.  Hanya sebuah pensil dan selembar kertas aku selalu jujur dan mengatakannya. Apakah aku pengecut?

Pada kenyataannya . . .

Sekarang? Apa yang terjadi pada kita? Apa yang terjadi pada hubungan kita? Aku saja sudah lupa kapan terakhir kali kita duduk berdua saja berbicara. Kapan terakhir kali aku menyapamu tanpa ada rasa beban. Tapi, aku ingat terakhir kali kau mengatakan "Aku sayang kamu' dan " Kamu masih yang terbaik untukku'. 1 tahun silam bukan?

Sehat sehat dalam kesibukanmu. Dalam kesenanganmu. Karena aku tidak akan lagi mengganggumu dalam segala hal yang akan mengusikmu. Maaf bila aku masih saja sangat merindukanmu sampai saat ini. Barangkali ini sebuah proses penetralan hati.

Karena aku pun tidak tau mengapa aku sangat memperdulikanmu. Sekali lagi maaf bila aku masih dan selalu sangat memperdulikanmu sampai saat ini. Semoga ini proses untuk kita menuju kemuliaan hijrah. Dan Allah sedang merencanakan cinta yang halal untuk menyempurnakan agama. Semangat hijrah, semangat jomblo sampai halal.

 

Karena, aku masih tidak percaya kamu pergi begitu saja.

GFJ tiga huruf saja

  • view 323