entahlah.....

Gita Wdm
Karya Gita Wdm Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 April 2017
entahlah.....

Akhir-akhir ini tidak seperti biasanya. Tidak seperti hari-hari yang menyenangkan saat umur saya masih seperti seumuran jagung muda yang biasanya di masak ibu sebagai campuran sayuran untuk lauk agar dimakan bapak dan anak-anaknya. Saya sangat membutuhkan teman bicara akhir-akhir ini. Berbicara tentang hidup di tempat yang dingin dan tinggi kesukaan saya. Menulispun rasanya capek, lelah hingga akhirnya saya muak dan tak punya inspirasi. Apalagi waktu luang saya yang dulu biasanya saya gunakan untuk menggoreskan pensil-pensil warna di atas kertas putih yang polos sekarang sudah tidak lagi saya lakukan, mungkin saya mulai kehilangan selera untuk kreatif. Waktu begitu cepat untuk berlalu, teman-teman saya sudah mulai banyak yang meninggalkan saya (mungkin) karena kehidupan yang tak sekelas dengan mereka. Saya rasa ini menyedihkan, tapi untuk apa saya bersedih? hanya buang-buang waktu. Namun jika dipikir-pikir kembali saya sangat merindukan sebuah momen dimana saya dan teman-teman saya saling tertawa, bercanda dan bersendau gurau bersama. Atau bahkan saat saya dan teman saya saling mengolok-olok namun tak ada rasa kebencian pada saat itu, yang ada dalam pikian hanya tertawa dan menghabiskan waktu bersama atau terkadang saya dan teman-teman saya berpedoman "yang penting bahagia". Lucu ya jika hal-hal sepele namun membahagiakan itu diingat-ingat kembali. Lebih lucu ketika saya tahu bahwa hal tersebut sudah tak mungkin bisa diulang lagi. Ahh positive thingking saja, mungkin mereka sudah dengan kesibukannya masing-masing hingga akhirnya lupa dengan kebahagiaan bersama temannya. Mungkin hanya saya yang merasakan kesedihan namun tak bisa diungkapkan, mungkin hanya saya yang terlalu memikirkan sesuatu yang harusnya tidak dipikirkan. Kembali ke awal, saya hanya membutuhkan teman bicara akhir-akhir ini. Saya ingat pada suatu ketika saya menulis di buku catatan kuliah saya tentang apa yang saya rasakan saat itu hingga akhirnya dibaca oleh salah satu teman kuliah saya pada saat itu juga teman saya berkata dengan bahasa jawa "koncoan kok karo kertas!" yang artinya "berteman kok sama kertas!" hahaha benar juga kata teman saya. Saya benar-benar tidak tahu kenapa saya lebih suka memendam apa yang saya rasakan sendirian hingga akhirnya tidak ingin bercerita kepada siapapun. Ahh.. entahlah... saya lelah!

  • view 71