Pada Suatu Ketika

Gita Wdm
Karya Gita Wdm Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 November 2016
Pada Suatu Ketika


Pada suatu ketika aku mulai paham tentang suatu rasa yang sangat menyiksa dan juga sekaligus membahagiakanku. Entah rasa apakah itu, aku pikir itu rasa cinta. Aku mulai bingung dengan rasa yang tiba-tiba datang setelah aku mengenalmu. Saat-saat mulai mengenalmu saat-saat itu juga aku memulai segalanya menjadi lebih menyenangkan namun juga membuatku sesekali berantakan dengan apa yang aku kerjakan karena bayanganmu selalu bermain-main di pikiranku. Namun bagiku itu adalah imajinasiku yang berlebihan. Padahal saat itu juga aku tak yakin jika aku bisa memilikimu.

Pada suatu ketika aku mulai mencari-cari segala hal tentangmu. Tentang kegiatanmu sehari-hari, tentang apa yang kamu sukai dan sekaligus hal yang tidak kamu sukai, tentang latar belakang keluarga dan orang-orang terdekatmu. Bahkan aku mulai menyelidiki segala hal tentang masa lalumu. Ahh aku mulai berlebihan...

Pada suatu ketika aku mulai berani mendekatimu. Dekat? apa arti dekatku itu? mengertilah saat itu juga aku hanya bisa dekat karena jarak bukan karena rasa yang menyiksaku saat itu. Aku dapat dengan dekat melihatmu dan dekat karena adanya suatu kegiatan. Aku dapat dekat denganmu karena saat itu juga kau menjadi partner kerjaku dan menolongku bahkan menemaniku hingga larut malam. Dan kau, selalu meyakinkanku agar selalu optimis dengan hasil kerjaku. Namun saat itu juga aku paham bahwa aku hanyalah seorang teman bagimu. Tapi bagiku walaupun hanya sekedar teman, pada saat itu juga aku memilih dan menetapkanmu sebagai teman paling baik sedunia (mungkin hingga sekarang ini masih sama) namun bedanya sekarang bukan lagi teman aku pikir lebih dari itu. Namun, semua hal indah yang terjadi saat itu hanya bertahan sekejap saja. Karena mungkin karena bodohnya aku dapat dengan mudah percaya dengan omongan orang yang tidak suka denganku saat aku dekat denganmu. Ahh bodohnya aku dulu...

Pada suatu ketika semuanya berakhir dengan begitu mudahnya. Berakhir? itu pikiranku saat itu. Karena bodohnya aku dulu mulai menjauh karena aku sudah mulai termakan oleh omongan orang lain yang menjadi peran antagonis bagi cerita kita. Pada saat itu juga aku merasa menjadi orang yang paling jauh dari kata pantas untukmu. Karena bagiku aku bukanlah siapa-siapa. Hanya menjadi orang bodoh yang berkhayal seperti cerita dongeng cinderella. Ahh dasar imajinasiku saja....

Pada suatu ketika apa yang aku katakan berakhir itu kesalahan. Saat-saat itu juga aku mulai paham bahwa orang yang memiliki peran antagonis itu bertujuan untuk menjatuhkanku. Dan aku mulai paham dengan alur ceritanya, aku mulai mengerti dan saat itulah aku mulai bertujuan padamu lagi. Ahh mungkin aku mulai berlebihan lagi....

Pada suatu ketika aku mulai dekat denganmu lagi. Saat aku mulai mendapatkan kesempatan bersama lagi denganmu adalah saat aku mulai percaya bahwa doa-doaku dikabulkan oleh Sang Maha Membolak-balikkan hati. Awalnya aku ragu-ragu ingin menyapamu terlebih dahulu karena aku takut jika kamu berfikir bahwa aku dahulu menjauh tanpa alasan. Hanya saja aku mulai dikerumuni egoku yang berlebihan. Namun ternyata kamu masih peduli denganku disaat aku merasa bahwa saat itu juga aku berfikir hidup atau mati.  Saat-saat itu aku merasa bahwa Tuhan mengirimkan malaikatNya dihadapanku. Ahh hal itu tak akan ku lupakan....

Pada suatu ketika aku dan kamu mulai memahami satu sama lain. Saat ini aku dan kamu sama-sama mengejar impian untuk mencapai tujuan. Dengan keadaan yang tak seperti dulu lagi. Rasa yang dahulu sudah berubah. Rasa yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Dulu "aku menyayangimu" namun sekarang "Aku lebih sangat menyayangimu". Ahh perasaan ini memang sudah pada tahap keterlaluan....

Sungguh rasa ini menyiksaku namun sekaligus membahagiakanku. Sewajarnyalah agar pada suatu ketika nanti menjadi lebih baik lagi. 

  • view 199