Kontemplasi

Gita Nasution
Karya Gita Nasution Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Februari 2016
Kontemplasi

Tidak akan pernah cukup rasanya menggambarkan kehilangan... apalagi kehilangan karena kematian, karena setiap dari kita akan mengalaminya dan harus menghadapinya.

?

Ketika dingin kaki mbah menjalar di urat tanganku, aku dihempaskan dalam putaran waktu, ketika pertama dikenalkan dengannya, pertama mengenal dirinya... menjadi bagian keluarganya, melahirkan cicit laki-lakinya, melihat guratan kekecewaan dan kesedihan di matanya, sehatnya, sakitnya... dan kemarin, akhirnya ia menghembuskan napas terakhir. Rasanya pernah seperti ini juga dulu, lebih berat lagi malah... dan waktu berlalu. Ini pun kurasa akan seperti itu.

?

Kehilangan yang termakan oleh waktu.

?

Tapi, aku ingin menarik waktu untuk sedikit berkontemplasi, menyelami kematian... lebih dalam dari sekedar liang lahat.

?

Setiap kita akan mati. Sudah siapkah? Apa yang sudah dilakukan selama ini? Di mana kita selama ini menyimpan bekal mati nanti? Apakah semua itu sudah cukup? Akankan ada yang mendoakan jalanku dari kematian nanti? Bisakah itu menyelamatkanku dari siksa api neraka? Sunyi kah di dalam sana? Akankah mereka lupa jika aku tiada kelak? Siapa yang akan merawat kuburku? Bagaimana kematian menjemputku nanti?

?

Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepala, rasanya kian memakan tempat - menyesakkan... begitu juga kah rasanya kematian?

?

Niniq Laki, Niniq Bini, manda, mbah... bagaimana kalian di sana? kaku dan dingin tubuh kalian merasuki dan mempertanyakan Iman-ku. Menyadarkan akan kelupaan... Di sujudku yg dalam tadi aku menangisi kalian, karena kala itu aku tidak sempat aku tidak boleh dan aku tidak sanggup. Di sujudku yg dalam tadi kukirimkan Fatihah. Aku kangen... jika nanti kematian itu datang, semoga aku bisa lebih tabah dan sudah lebih baik. Amien.

  • view 90