PERTEMUAN TERENCANA

PERTEMUAN TERENCANA

Egi Rahman
Karya Egi Rahman Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 April 2018
PERTEMUAN TERENCANA

PERTEMUAN TERENCANA

Semalam, masih ku ingat pesan dari chat mu di layar smartphone milikku.

Senyap suara namun bahagia dalam ekspresi susunan huruf.

Karena ku pikir, kamu tahu bahwa pagi nanti kita kan bertemu, kembali bersinergi, kembali saling bertukar pengalaman.

Rasa pun tak biasa, hati berdebar, hujan seolah gemiricik berirama mengikuti alunan hati yang tengah berbunga.

Apakah begitu yang kamu rasa?

Esok hari akhirnya sampai.

Beberapa kali layar smartphone berulang-ulang ku lihat rasa tak mau waktu salah,

Rasa tak sabar semakin hebat, tatkala kaki sampai di gedung mewah bak istana modern ciptaan Ilmuan Jepang.

Masih ku bertanya, sama kah rasamu kini?

Ruang aula dilantai tertinggi menjadi tujuan, pertemuan pun tiba.

Pemandangan tak asing sangat terasa, kamera DSRL tergantung bergerak di bawah pundak anggun itu.

Ya, seolah ku melihat mu bagai menerawan pertemuan terakhir 2 tahun lalu. Lengkap dengan jas almamater kebanggan Universitas kamu pakai beserta kamera yang tak lepas kau pakai tuk rekam berbagai kejadian hari ini.

Ku pikir “kamu tidak berubah” diiringi senyuman tipis.

Hingga pada saat ku tunggu-tunggu, acara dimana semua diharuskan berkumpul berdasar pada pilihan kelompok.

Betapa bahagia jika kamu tau bahwa hari itu adalah hari pertamakalinya ku lihat senyum indahmu secara jelas semenjak 2 tahun lalu.

Dan, sama seperti hari-hari dimana pertemuan tak sengaja kita terjadi tanpa maksud jelas,

ku selalu hanya bisa terdiam hanya mencoba mendapat perhatian lalu lewat begitu saja.

Argh, kenapa perasaan itu kembali muncul, bahkan dipertemuan yang direncanakan ini?!

Tapi, kusadari betul. Kini kita dipertemukan kembali di suasana yang berbeda, di tempat yang sangat kontras. Dimana, rasa canggung masih terasa ketika banyak orang baru kembali mewarnai cerita ini.

Tak harap yang bisa terwujud sempurna, mungkin hari ini bukan kesempatanku tuk bercengkrama denganmu.

Tapi, ku harap di pertemuan yang terencana ini adalah titik awal kita tuk saling mengisi kisah cerita bersama tinta warna yang kita punya.

—Bumi Siliwangi, 18 Februari 2017

  • view 45