Work Less Relax More

Ginan
Karya Ginan   Kategori Motivasi
dipublikasikan 20 Januari 2016
Work Less Relax More

?If you do what you love, it is the best way to relax.?

Christian Louboutin?

?

Kalau kita perhatikan, selalu terlihat raut kelelahan pada orang yang marah.

Seorang karyawan kantor yang terjebak macet di jalan, bila ia mendapati pengguna jalan yang sedikit keliru, ia akan sangat mudah mengumpat sambil membunyikan klakson. Nama binatang terucap dari mulutnya ?Hei dasar Macaca fascicularis!?[1]

Atau seorang guru di kelas, setelah lelah sepanjang pagi mengajar lalu melihat murid-muridnya membuat gaduh. Guru tersebut akan naik emosinya lalu melemparkan tutup spidol pada murid.

Lelah sering kali menjadi sumber marah, bahkan lebih sering dari marah akibat kebencian.

Zaman ini potensi untuk marah begitu besar, karena banyak orang yang bekerja hingga lelah. Tentu kerja keras adalah kebiasaan yang baik, tapi kita perlu menyediakan waktu untuk beristirahat dan menghibur diri agar kesuksesan yang kita raih tidak diiringi dengan kemarahan demi kemarahan. Maka dari itu penulis memberi judul tulisan ini work less relax more. Kita seringkali lupa untuk relaksasi padahal ini sangat penting. Bukankah kita bekerja keras untuk mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik?

Islam mewajibkan pemeluknya untuk shalat lima waktu sehari. Di sela-sela rutinitas dan kegiatan kita yang menumpuk, Allah memerintahkan kita untuk mengambil jeda, sejenak beristirahat dari tekanan kerja. Sebelum shalat kita basahi wajah, tangan, kepala, telinga, dan kaki dengan air lalu menenangkan hati dalam shalat. Allah begitu mengerti terhadap hambanya. Letih dan lelah yang kita dapat dari pekerjaan kita akan menimbulkan ledakan emosi marah yang besar. Energi kita untuk tetap tenang dan tetap senyum direcharge melalui ibadah shalat.

Bahkan selain shalat wajib lima waktu, Allah dan Rasul-Nya menganjurkan untuk menunaikan shalat sunnah rawatib[2] dan shalat tahajud. Bila kita menghayati shalat sebagai relaksasi dan istirahat, maka Allah menganjurkan kita untuk lebih banyak beristirahat daripada bekerja. Uniknya,? justru di sanalah letak kedamaian, efektifitas, dan produktifitas kerja kita. Sebagaimana yang telah Rasulullah contohkan pada kita, dengan kebiasaan shalat yang ia selalu tegakkan, beliau sukses besar selama 23 tahun menebarkan islam yang penuh cinta dan kasih, bahkan pengaruhnya kita rasakan hingga saat ini.

Sebenarnya, jika kita menyukai dan mencintai apa yang kita kerjakan, kita tak akan pernah merasa lelah. Bila kita tak merasa lelah, maka kita akan kebal menghadapi gangguan sehingga kita tak mudah untuk marah.

Do what you love and love what you do, inilah kunci serba bisa. Kita bisa membuka pintu kedamaian, kerukunan, dan kolaborasi dimulai dengan mencintai apa yang kita kerjakan.

Itulah kiranya cara sederhana untuk menjaga perdamaian. Work less relax more

?

?

[1] Bahasa ilmiah dari monyet

[2]Shalat sunnah sebelum dan/atau sesudah shalat wajib. Seperti 2 raka?at sebelum shalat shubuh. 2 raka?at sebelum dan sesudah shalat Dhuhur. 2 raka?at setelah shalat Magrib dan Isya

<form id="u_jsonp_12_b" class="commentable_item" action="https://www.facebook.com/ajax/ufi/modify.php" method="post" data-ft="{"> </form>

  • view 166