HIJRAH (1)

Anggi Yulandari
Karya Anggi Yulandari Kategori Lainnya
dipublikasikan 10 April 2016
HIJRAH (1)

"Hiruk pikuk dunia memaksaku untuk menjadi seseorang yang tersegmentasi".

Kira-kira begitulah sepenggal kalimat bung Fiersa Besari yang aku ingat tertulis di blognya. Benar, bukankah kita memang hidup di tengah masyarakat yang memandang kesuksesan terlihat dari pencapaian materi. Sukses dalam karir, studi, pernikahan, seperti apa tempat tinggalmu, kendaraan apa yang kau naiki, brand apa yang melekat di tubuh, tangan sampai kakimu. Kenapa itu semua seolah penting dimata mereka? Kenapa kita begitu takut akan pandangan orang lain terhadap kita?

Ah, kita hanya lupa hakikat dari penciptaan manusia.

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (QS Adh Dhariyat : 56)

Mengabdi kepada Tuhan, mempersiapkan bekal untuk kembali ke rumah keabadian (akhirat) hanya itu tugas manusia. Tapi seringkali kita lupa. Kita? atau mungkin hanya aku yang lupa :)  Sibuk mengejar ilmu dunia bekal menghadapi dunia kerja, aku lupa dengan ilmu akhirat yang jauh lebih penting. Sibuk membangun sebuah karir hanya untuk kehidupan yang nyaman esok hari dan sebuah pengakuan sukses dimata orang-orang sekitar. Sibuk menghayalkan rumah yang megah dan nyaman, aku lupa ada rumah di akhirat yang juga harus di bangun. Sering kita khawatir tentang hari esok karena takut akan persaingan hidup dewasa ini. Tapi apa kita sudah merasakan takut kalau hari esok tidak akan ada? Bagaimana hari esok kita di akhirat?

Mengingat pencapaian yang pernah kuraih, aku mulai bertanya bisakah kubawa mati? Apa bekal ku untuk menghadap-Nya? Tidak banyak yang bisa dibanggakan ketika menghadap pada-Nya kelak. Lelahku, waktuku seakan terbuang percuma. Aku menghentikan langkah. Berfikir, kemudian kembali berjalan. Jalan kali ini adalah jalan yang ku yakin lebih di ridhoi-Nya.

 

 

 

 

  • view 156