Dunia Semerawut!

Ganang Hadi Prasetyo
Karya Ganang Hadi Prasetyo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Juli 2017
Dunia Semerawut!

‌Aku pikir kehidupan dunia menjadi agak semerawut hari kehari, kemiskinan yang semakin menjadi, penindasan disana sini, atau kejahatan yang tak lagi jadi hal asing, bahkan terlihat asing jika kau berbuat baik sekarang ini, entah cibiran, hinaan, atau bahkan cap sok alim akan deras mengalir keluar dari lisan si pencela. Tapi tenang saja, batinmu takan jadi sakit karenanya, seandainya pun terasa, paling-paling hanya sehari dua hari kau meratapi, sisanya kau akan lupa dibuai tayangan televisi yang tak beredukasi atau desakan lingkungan yang serba apatis terhadap keadaan. Perlahan semuanya akan menjadi lumrah, kau pun akan merasa tenang-tenang saja, sebab semuanya diluar sana, tak menyentuh kehidupanmu. Hari-harimu pun akan berjalan seperti biasa, kau bisa berbelanja sesukamu, kunjungi tempat menarik, atau pamer barang mewahmu disosial media. Matamu akan terbutakan dari rintihan tangis mereka yang menahan lapar, telingamu akan dibuat tuli dari teriakan memohon pertolongan dari saudaramu yang tertindas, yang mayatnya terus bertambah hari kehari. Tapi sekali lagi, tenang saja, semua tidak berdampak pada jumlah followermu, kau pun tak kenal mereka, toh mereka juga bukan bagian dari keluargamu, menjadi tak apa jika kau mengabaikannya. Dunia semakin semerawut hingga kemudian kau akan berpikir bahwa mereka yang salah, sebenarnya mereka yang terlalu egois, yang tak pernah mengerti kesulitanmu mengerjakan tugas-tugas kampus yang menumpuk, kesedihanmu ditinggalkan pacar, atau kesibukanmu menjadi manusia kekinian yang membuatmu kehilangan waktu membantu mereka. Lambat laun, kenyataan yang berangsur-angsur ini akan membuatmu menjadi semakin tegar melihat kenyataan yang ada, kau akan semakin terbiasa dengan berita kematian orang tua yang bunuh diri karena tak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya, atau orang tua yang tega membunuh anaknya karena desakan ekonomi yang membuat pilihan tersebut adalah pilihan terbaik ketimbang harus menjerit melihat buah hati merasakan nyeri menahan lapar setiap hari. Kau akan menjadi semakin tangguh untuk tak lagi menangis melihat foto jenazah mujahid yang terburai badannya dikampung halamannya tersebab tindakan biadab kafir zionis yang semakin hari semakin tak manusiawi. Sebagai seorang muslim, sebentar mungkin kau akan menggerutu atau mengutuk keras kebiadabannya, tapi selepas itu kau menjadi lupa, bahkan untuk sekedar merapatkan barisan dalam shaf, atau membuat masjid tersesakkan oleh gema doamu. Sekarang kau setuju kan? Bahwa dunia semakin semerawut, kekhawatiran malaikat pun menjadi semakin nyata tentang khalifah bumi yang gemar membuat kerusakan dan menumpahkan darah. 
Sebamban, 4 Dzulkaidah 1438H

  • view 44