Senja Kemarin Sore

Ganang Hadi Prasetyo
Karya Ganang Hadi Prasetyo Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Juli 2017
Senja Kemarin Sore

Ada yang berbeda pada senja kemarin sore.

Tentang mentari yang bersembunyi malu pada gumpalan mega putih dan jingganya yang redup sedikit murung.

Aku duduk tersandar disudut kamar, sepasang netraku sayup pandangi rinai hujan yang jatuh teratur penuh harmoni.

Diselanya aku lihat dirimu, pada tiap riak gelombang yang hujan ciptakan.

Kupandang kau tersenyum hari ini, tanpa ekspresi datar yang biasa kau sajikan, menyeretku kembali pada cerita sewindu lalu.

Oh, Betapa sendu senja sore itu. 

Yang dengan lancangnya hadirkan kenangan yang membuat rongga dada tersesakkan oleh cerita pilu penuh penyesalan.

Tentang aku dan kamu yang tak pernah menjadi kita. 

Aku percaya, Tuhan punya cerita berbeda.

Tak kusalahkan ketidakberpihakan waktu.

Aku hanya terlalu lelah menunggu hari ini.

Untuk ceritakan rahasia yang sejak lama ingin kuungkap.

Aku, pecundang bodoh yang kau cintai.

Yang pernah mencintaimu dan tak berkata apa-apa.

Diam saja ketika bulir bening itu menyeruak  mengalir dari mata indah yang tak mampu kutatap itu. 

Aku, yang harus mengabaikanmu ketika hati menjerit aku butuh kamu, yang berpura-pura tidak peduli sementara hati lebam dan sembap karenanya.

Aku, yang mencintaimu seperti parafin pada api yang membakar lilin, yang hancur lebur untuk mejagamu tetap hidup dan menjadi terang, sementara hangatmu yang waktu bawa perlahan membuatku leleh dan semakin tak berwujud.

Senja terlalu berani untuk memaksaku ungkap kebenaran, menuntunku sampai pada titik ini, dimana ribuan kata yang sempat tertahan, termuntahkan keluar dibimbing sang waktu.

Waktu akhirnya jadi sedikit ramah untuk biarkanku berkata Aku sayang kamu.

Oh, betapa senja menjadi begitu sendu sore itu.

 

Banjarbaru, 19 Syawal 1438H

  • view 100