Tak Pernah Usai

Ghoziyah Haitan Rachman
Karya Ghoziyah Haitan Rachman Kategori Lainnya
dipublikasikan 28 Agustus 2016
Tak Pernah Usai

Kita terkadang tertipu dengan kata ‘usai’. Menganggap semua benar-benar berakhir, ketika kita sudah menyelesaikan sesuatu, apapun itu. Padahal ‘usai’ hanyalah gerbang menuju pintu berikutnya.

Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang harus kita selesaikan. Mulai dari untuk diri sendiri hingga untuk orang di sekitar kita. Yang berkaitan dengan kewajiban atau hanya hak semata. Yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu atau bebas sampai kapanpun. Ketika berhasil menyelesaikan sesuatu itu, maka usai tidak berhenti sampai di sana. Karena usai bisa tak berarti sesungguhnya. Selesai dari satu hal, itu artinya ada hal lain lagi yang harus diselesaikan. Awal yang baru, begitu seterusnya. Tak pernah usai.

Sama seperti perpisahan, setelahnya akan ada pertemuan lain. Kesedihan akan mengiring kita pada kebahagiaan yang baru. Kepulangan akan mengundang kepergian. Kematian akan membawa kita kepada awal kehidupan yang baru. Titik akhir akan membuka titik awal. Atau, kita yang memutuskan untuk berhenti mencintai seseorang, perhentian itu malah akan membawa kita kepada cinta yang baru.

Maka jika belum usai suatu hal, segera selesaikanlah. Karena pintu lain sedang menanti untuk dibuka, untuk kemudian membuka pintu-pintu lainnya. Percayalah, ada banyak kebaikan di dalamnya yang sedang menanti untuk dijemput.

Menunda penyelesaian, itu artinya menunda pula kesempatan berikutnya. Kesempatan yang bisa jadi sangat kita dambakan. Dan kita tak pernah tahu apakah kesempatan itu selalu berkenan menunggu kita.

  • view 243