Perjalanan Baru

Ghoziyah Haitan Rachman
Karya Ghoziyah Haitan Rachman Kategori Motivasi
dipublikasikan 11 Agustus 2016
Perjalanan Baru

Aku menemukan salah satu perjalanan baru ketika menjalani apa-apa yang tidak pernah terbayangkan. Ketika aku harus menerima apa yang tidak mau kuterima. Menjalani apa yang tidak mau kujalani.

Kita adalah manusia yang suka berencana. Menentukan jalan yang hendak ditempuh. Kita mempertimbangkan banyak hal. Terkadang mengapa kita memilih jalan itu karena kita pikir jalan itu akan teramat mulus dilewati dan akan membuat kita nyaman nantinya. Ada banyak kesiapan yang sudah dibangun dari jauh-jauh hari, sehingga kita sudah membayangkan jalan berikutnya akan lebih ringan. Semua terasa seolah dalam genggaman kita. Tersenyum membayangkan masa depan versi kita. Namun, kita tak pernah tahu skenario-Nya. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut-Nya. Hingga akhirnya, kita dihadapkan dengan masa depan yang sudah diciptakan-Nya. Masa depan yang tidak pernah terbayangkan. Perjalanan baru pun dimulai.

Awalnya mungkin memang berat menjalani apa yang sebenarnya dari awal enggan dijalani. Ada saja alasan untuk mengeluh. Menganggap semua berjalan tidak lancar karena rasa-menerima belum hadir pada perjalanan yang sudah ditakdirkan. Hati selalu mencari celah untuk menyalahkan. Terlebih lagi masih mengungkit-ungkit bahwa saat-ini bukanlah jalan hidup yang direncanakan. Hingga sesak pun semakin dirasa ketika tahu bahwa perjuangan harus dimulai dari titik nol.

Seringkali ada perasaan yang kita ciptakan untuk menyulitkan diri sendiri. Ketika kita tidak mau menerima, tidak bersyukur, bahkan tidak bersabar atas semuanya, maka perjalanan baru ini akan selalu berat. Kita jadi suka menyimpulkan akhir-yang-buruk di tengah cerita, padahal cerita baru saja dimulai. Kita bahkan bisa saja menghakimi skenario-Nya. Percayalah di setiap perjalanan, ada pelajaran. Kita dilatih untuk menerima, bersyukur, bahkan bersabar menjalaninya. Dilatih untuk berjuang bukan hanya untuk diri sendiri. Karena seringkali takdir bukan berjalan untuk kepentingan kita semata, melainkan untuk orang di sekitar kita. Kebaikan yang datang dari skenario-Nya bukan hanya untuk kita, melainkan untuk keluarga, kerabat, dan siapapun di sekitar kita.

Jadi, jalanilah apapun skenario-Nya yang pasti sudah terbaik dengan cara kita yang terbaik. Bersyukur dan bersabarlah. Bukankah Allah SWT menjanjikan surga bagi orang yang bersyukur dan bersabar?

  • view 226