Cinta Adalah Melepaskan

Ghinan Rhinda Dewi Aini
Karya Ghinan Rhinda Dewi Aini Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Juli 2016
Cinta Adalah Melepaskan

Sebelum apapun yang aku lalui benar-benar terjadi, aku tidak pernah tau apapunnya itu akan terjadi padaku. Pengetahuanku selalu terbatas. Tidak pernah bisa menembus masa depan, bahkan dalam hitungan detik sekalipun. Dan siapapun yang pernah aku temui selama ini, aku tidak pernah menduga sebelum siapapunnya itu benar-benar tertangkap oleh mataku. Lebih dari dua puluh tahun aku hidup tanpa mengenalmu. Dan selama itu pula aku tidak pernah tau akan bertemu denganmu. Tidak ada ingatan apapun tentangmu. Tidak pernah sedikitpun memoriku merekam tentangmu. Lalu aku merasa secara tiba-tiba takdir membawa kita pada waktu dan tempat yang sama. Bahkan tanpa basa-basi takdir menanamkan cinta di hatiku. Tanpa bertanya terlebih dulu apa aku mau mencintaimu. Dan selalu tanpa ampun takdir menghujam hatiku dengan rindu-rindu nakal yang selalu menuntut pertemuan. Kamu beruntung karna mau tak mau aku akan tetap mencintaimu. Tapi ini hanya cinta. Bukan Tuhan. Allah yang punya kuasa untuk menyatukan kita. Bukan cinta. Seberapapun kita saling mencintai, kita tetap tidak akan bersatu jika Allah tidak mau. Lho, suka-suka Allah dong. Kita ini milik siapa? Aku bukan punyamu. Begitupunu kamu bukan punyaku. Bahkan diri kita sendiri saja bukan punya kita. Jadi, aku cukup tau diri untuk tidak melanjutkan keinginanku untuk memilikimu. Aku terlampau malu dengan harapan-harapan tentangmu. Jangan khawatir, aku tidak mau melupakanmu. Aku tidak mau berhenti mencintaimu. Tapi aku mengikhlaskanmu pada Tuhan kita. Kau milikNya. Biar, suka-suka Allah mau menjodohkanmu dengan siapa. Aku ikuti gravitasi hati. Karna melawan hanya akan membuatku kepayahan. Sia-sia. Biarlah tanpa kamu sadar, rindu-rinduku menyelinap masuk ke dalam selimutmu saat kau terlelap. Jikapun kau sadar, pura-puralah tidak tau. Jangan diintip. Rindu-rinduku pemalu. Dan jangan lupa izinkan aku mencintaimu lewat doa. Meskipun doa-doaku masih compang-camping, tapi aku selalu serius memintamu. Aku akan mencintaimu lewat ketaatanku pada Tuhanku. Aku akan merindukanmu dengan selalu menuruti titah Tuhanku. Dan aku akan menantimu dengan selalu berusaha menjauhi larangan Tuhan....

Inanius, 9 Juli 2016