Dendam

Ghinan Rhinda Dewi Aini
Karya Ghinan Rhinda Dewi Aini Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Juli 2016
Dendam

Keterlaluan itu ketika kedatangamu tanpa permisi, diam-diam menyelundupkan rindu tak disadari, pelan-pelan menyusupkan luka-luka lama ke dalam hati. Aku tak pernah tau apa hubunganmu dengan takdir, hingga kau dan dia bisa amat kompak menjebakku pada haluanmu. Dengan sukarelanya aku membuka hati, untuk lalu kau tancapkan di dalamnya harap-harap baru, yang katamu akan menjauhkan hidupku dari biru. Aku, percaya padamu.

 

Kelalaian itu ketika aku menerimamu kembali, mengabaikan lebam di hati, yang nyaris membuatku mati. Lagi, aku biarkan kau menyelinap masuk, merobek dadaku, dan semakin membuat luka menganga gua.

 

Terakhir, keikhlasan itu ketika aku mencintaimu. Merelakan hati babak belur mengikuti kehendakmu. Sengaja, aku ingin Tuhan kasihan padaku. Aku ingin Tuhan merasa iba padaku. Agar akhirnya, Dia hukum engkau dengan hukuman seumur hidup. Seumur hidup membahagiakanku. Biar tau rasa kamu!

 

---Inanius

Bandung, 18 Juni 2016, saat bumi sedang basah.