Pentingnya Memahami Bahasa Alquran

Ibn Ghifarie
Karya Ibn Ghifarie Kategori Buku
dipublikasikan 28 Juni 2016
Pentingnya Memahami Bahasa Alquran

Disadari atau tidak, sering terjadinya tindakan kekerasan, konflik horizontal bernuansa sara (suku, agama, ras dan antargolongan) ini diakibatkan ketidakmampuan kita dalam memahami, menafsirkan bahasa agama, kitab suci (alquran dan alhadis).

Sejarah mencatat interaksi antar umat beragama kerap diwarnai kecurigaan, permusuhan dengan dalih ridha Tuhan dalam menyebarkan risalahnya sekaligus demi mengkabarkan gembira yang bersumber dari yang Maha Kuasa. (Alwi Shihab, 1999:40)

Padahal dalam buku Cara Mudah Memahami Bahasa Al-Quran, Prof. Dr. Rosihon Anwar menjelaskan pentingnya memahami bahasa alquran. Bagi umat Islam, alquran merupakan salah satu sumber utama (al-marja' al-awwal) dalam mengemban tugas kekhalifahannya. Alquran menegaskan bahwa hanya dengan berpegang teguh kepada alquranlah sukses di dunia dan akhirat dapat diraih.

Keampuhan alquran dalam membawa umat manusia ke ambang kesuksesan terbukti ketika umat Islam dalam periode pertama sukses menjadi negara adikuasa tujuh abad lamanya. Namun, catatan sejarah pun membuktikan bahwa menelantarkan alquran telah membawa dampak yang cukup serius bagi kehidupan dunia. Di sisi lain, alquran telah berulang-ulang menegur umat Islam yang tidak mau memahami alquran dan mencela orang yang tidak mau mengamalkannya.

Kepadulian umat Islam dalam memahami alquran sudah mulai tampak sejak Nabi masih hidup dan terus berlangsung sampai sekarang. Selama kurang lebih dari 15 abad lamanya semenjak alquran turun, khazanah perpustakaan Islam dipenuhi oleh hasil karya para ulama sebagai upaya pemahaman alquran, yaitu munculnya beribu-ribu kitab tafsir dengan menggunakan metode, pendekatan dan corak yang berbeda-beda.

Membumikan ajaran alquran di Indonesia tentu saja memiliki relevansi yang sangat kuat. Mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesai saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, politik, budaya sampai sosial. Sejak dahulu, Nabi sudah mengingatkan alquran mamupu menjadi problem solver bagi berbagai kemelut yang dihadapi umat manusia. Tentu saja termasuk persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Upaya menjadikan alquran sebagai problem solver yang sering diingatkan dalam alquran dan hadis nabi ini meruju kepada usaha pembumian alquran secara komprehensif, integral, yakni konsiliasi antara pemahaman dan pengamalan alquran. Justru cara inilah yang sebenarnya harus dipakai oleh setiap umat Islam. (h. 11)

Usaha menjadikan alquran sebagai pedoman hidup tidak akan berarti apa-apa tanpa mengetahui makna dan maksudnya. Pasalnya, alquran ditulis dengan menggunakan bahasa Arab, untuk menguasai bahasa Arab merupakan sesuatu yang sangat urgen guna memahami kandungan-kandungan alquran.

Sayangnya, secara riil tidak semua umat Islam di Indonesia menguasai bahasa Arab. Bila dikalkulasikan, jumlah mereka yang menguasai bahasa Arab lebih sedikit daripada yang tidak menguasainya. Ini diperlukan solusi bagi mereka yang tidak menguasai bahasa Arab agar tetap dapat memahami alquran. Meskipun tanpa kemampuan bahasa Arab yang memadai. Salah satu caranya dengan menyajikan kursus-kursus bahasa alquran yang paraktis dan sistematis. (h.12)

Ingat, kehadiran buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi umat Islam dalam memahami alquran. Penggunaan kalimat "bahasa alquran", bukan "bahasa Arab", sengaja dipilih dengan tujuan agar para pembaca lebih tertarik. Sebab, istilah "bahasa Arab", memberikan kesan sulit, rumit dan ruwet di kalangan sebagian muslimin. Berbeda dengan menggunakan ungkapan "bahasa Alquran", diharapkan agar kaum muslimin lebih tertarik dengannya karena alquran adalah sumber kehidupan yang harus dipelajari. (h.6)

Bila dibandingkan dengan buku-buku yang sejenis. Memang buku ini bukan satu-satunya yang menjadi rujukan dalam memahami dan menafsirkan bahasa alquran. Namun, buku ini memiliki kelebihan; Pertama, ditulis dengan ringkas, praktis dan menggunakan contoh-contoh beruapa ayat-ayat alquran. Kedua, berupaya menyederhanakan defenisi-defenisi istilah teknis gramatikan Arab dengan tanpa mengurangi hakikat yang sebenarnya. Ketiga, lebih mudah dipahami, mencoba menerjemahkan istilah-istilah teknis gramatikan Arab ke dalam istilah-istilah teknis gramatikal bahasa Indonesia.

Mudah-mudahan pembaca lebih memahami bahasa alquran. Apalagi ketika ingin memperkenalkan bahasa alquran secara praktis dan ringkas. Kendati, ada beberapa istilah teknis garamatikal bahasa Arab yang sengaja tidak diungkapkan dengan asumsi kalau dialibahasakan akan membuat semakin rumit. (h.6-7)

Dengan demikian, buku ini akan berbeda dengan buku-buku lainya yang sengaja ingin memperkenalkan Tata Bahasa arab (Nahwu-Sharaf) secara lengkap. Di samping itu, buku ini tidak mencakup semua persoalan Tata Bahasa Arab dengan sumsi bahwa buku ini dipersembahkan untuk para pemula. Selamat membaca. [Ibn Ghifarie]

Judul : Cara Mudah Memahami Bahasa Al-Quran; Dikemas Khusus untuk Kemudahan orang Indonesia
Penulis : Prof. Dr. Rosihon Anwar
Cetakan : 1 Maret 2014
Halaman : 274
Penerbit : Mizan
ISBN : 978-602-1210-04-8

 

  • view 156