#DutaPerdamaiandiInternet Poster #2

Ibn Ghifarie
Karya Ibn Ghifarie Kategori Budaya
dipublikasikan 11 Juni 2016
#DutaPerdamaiandiInternet Poster #2

Menurut Bambang Q-Anees, Ketua Prodi Religious Studies (RS) Pascasarjana UIN SGD Bandung menuturkan selama ini, nilai-nilai baik yang ada dalam diri setiap manusia kurang berfungsi secara maksimal akibat dari ketidaktahuan mereka dalam menggunakannya. Termasuk bagaimana cara mengelola musibah atau penderitaan menjadi anugerah atau rahmat.

Meskipun fokus Living Values Education (LVE) lebih pada menghidupkan 12 nilai universal, tetapi dalam implementasinya selalu saja ada sesuatu yang baru yang dapat dipakai untuk menjawab kebutuhan hidup manusia. Dari keseluruhan dua belas nilai yang terkandung dalam LVE, lebih memusatkan perhatian pada nilai kedamaian, tanpa menafikan atau mengabaikan nilai-nilai lainnya.

Hal itu bukan karena ia hidup di daerah konflik, tetapi lebih kepada bagaimana menghidupkan nilai damai dalam diri sendiri, sebab bukan karena ia hidup di daerah konflik, tetapi lebih kepada bagaimana menghidupkan nilai damai dalam diri sendiri, sebab tak jarang justru konflik bersumber dari diri sendiri. Dan itulah yang menjadi penghalang untuk tumbuhnya nilai-nilai yang lain.

Dari tahun 2000-an, pria yang akrab disapa Beqi ini mempunyai kesimpulan sederhana “kepribadian itu penting”. Materi sehebat apapun dengan cara mengajar apapun karena saya mengajar dari berbagai tingkatan, ternyata itu tidak mempengaruhi apapun kecuali pada orang-orang yang mempunyai kepribadian yang teguh, yakni kepribadian yang dia mau tampil eksistensinya.

Ketika menjadi Ketua Prodi RS, ia temukan pada mahasiswa kepribadian yang kurang baik. Ini berbahaya. Saat itu, ia ternyata membutuhkan satu cara agar mahasiswa memiliki rasa percaya diri, dan kemampuan untuk mengekspor dengan baik. Jadi harus balik lagi pada kepribadian.

Tanpa ia menduga sebelumnya ia mendapati pelatihan LVE yang menurutnya mampu menjadi metode penguatan kepribadian seseorang. Setelah mengikuti pelatihan LVE yang pertama, ia melihat sejumlah mahasiswa mengalami perubahan. Saya bukan sekadar mengamati mereka (mahasiswa), tetapi juga mempelajari sejumlah teori yang ada kaitannya dengan pelatihan LVE ini. []

(Sumber, Membangun Interfaith Dialogue melalui Living Values Education, dalam buku Living Values Education Religious Studies, Sepotong Catatan Cerita Motivasi dan Inspirasi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2015:1-2)

  • view 148