#DutaPerdamaiandiInternet Poster #1

Ibn Ghifarie
Karya Ibn Ghifarie Kategori Budaya
dipublikasikan 10 Juni 2016
#DutaPerdamaiandiInternet Poster #1

"Damai itu dimulai dari diri sendiri" (Living Values, Religious Studies) ww.pungkitwijaya.com

Menurut Pungkit Wijaya, mahasiswa Religious Studies Pascasarjana UIN SGD Bandung menjelaskan ketika memilih damai, ada banyak sekali godaan untuk tidak berdamai termasuk dengan diri sendiri. Misalnya, kesibukan yang membuatnya menjadi gegana (gelisah, galau dan merana), merasa bahwa tak ada ruang untuk bermain-main.

Dalam pandangannya, ini tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, karena masih menggerutu. Damai ia rasakan ketika tak ada pikiran yang berlebihan, tidak berpikir negatif terhadap orang lain, termasuk tidak memaksakan diri pada suatu perbuatan.

Damai itu sangat penting terutama dalam aspek emosi dasar, apalagi bisa memberikan kedamaian bagi orang lain. Soal damai, ia memiliki kesadaran baru, yang pada awalnya tidak menganggap nilai itu begitu penting di tengah “zaman edan” ini.

Baginya, nilai toleransi dan damai tidak akan terwujud jika kita tidak bisa menerima atau percaya terhadap orang lain? Sedangkan percaya dan menerima itu adalah nilai yang akan menghubungkan dengan damai dan toleran. Memaksakan kehendak berarti tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memilih jalannya sendiri. []

(Sumber, Pungkit Wijaya "Memaknai Perubahan" dalam buku Living Values Education Religious Studies, Sepotong Catatan Cerita Motivasi dan Inspirasi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2015:68-69)

  • view 96