Berjihad Melawan Teroris

Ibn Ghifarie
Karya Ibn Ghifarie Kategori Buku
dipublikasikan 10 Juni 2016
Berjihad Melawan Teroris

Benarkah Islam membolehkan perilaku aksi-aksi kekerasan dan teror sebagaimana diklaim kelompok-kelompok yang melakukannya? Bahwa tindak teror yang mereka lakukan adalah jihad untuk memperjuangkan Islam?

Dalam buku Jihad Melawan Teror karya Prof. Dr. Syekh Ahmad ath-Thayyib et. al kehadiranya ini berusaha meluruskan kesalahpahaman terhadap konsep-konsep yang sering dijadikan sandaran oleh kelompok-kelompok pelaku teror yang mangatasnamakan agama, seperti jihad, khilafah, hakimiyah, jahiliyah, takfiri, ekstremitas dan sebagainya. (h. vi-vii).

Buku ini adalah edisi Indonesia dari makalah-makalah yang disampaikan dalam Muktamar Internasional al-Azhar untuk memerangi radikalisme dan terorisme pada bulan Desember 2014. Muktamar ini menghimpun tokoh-tokoh terkemuka dari Timur Arab, Islam serta dari dunia luas, baik dari kaum muslim Sunni maupun Syiah, dari kaum nasrani dengan berbagai sektenya.

Salah satu tujuannya untuk menjelaskan ciri-ciri hakiki ajaran Islam, mengungkap kesantunannya, kemudahan ajarannya, penghormatannya kepada kemanusiaan manusia dan tujuan-tujuan luhur syaratnya yang harus diwujudkan dalam kehidupan manusia.
Diadakannya Muktamar oleh Univesritas al-Azhar bisa dilihat sebagai penanda bahwa radikalisme dan terorisme telah menjadi isu senteral dunia Islam, sehingga dituntut partisipasi dari semua pihak dalam penanggulangannya. Tentunya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. (h.vii).

Terorisme tidak mempunyai agama. Bila orang-orang itu memiliki metode aksi kekerasan dalam bentuk membunuh, menumpahkan darah, menghancurkan dan membuat kerusakan bagi orang muslin dan non-muslim. Dengan demikian mereka adalah musuh umat manusia.

Terorisme, ekstremitas dan pengrusakan tidak punya agama dan tidak pula negara. Setiap orang yang menganut ideologi yang menebarkan teror kepada orang-orang yang hidup aman, serta merusak tumbuhan dan hewan adalah teroris. (h.206-207).

Islam tidak mengajarkan pemeluknya untuk merusak dan mengganggu keamanan hidup muslim maulun non-muslim. Islam hadir untuk memberikan kemudahan dan rasa aman. Itulah sebabnya syariat Islam dinamai al-hanafiyah as-samhah karena mengandung unsur kemudahan dan pemudahan dalam segala perkara. Mudah, tengah-tengah dan moderat adalah sifat-sifat dan ciri terpenting dari ajaran Islam. (h.202).

Sulit untuk menyebut tindakan yang membolehkan membunuh, menumpahkan darah, menghancurkan dan membuat kerusakan bagi kemanusiaan, sebagai tindakan yang berpijak pada ajaran Islam ini.

Dengan adanya buku ini kita tidak ingin konsep-konsep Islam yang dimaknai secara keliru dikonsumsi oleh umat Islam dalam skala luas. Jika tidak segera ditanggulangi tidak bisa dibayangkan seperti apa wajah generasi Islam di masa yang akan datang. Wajah Islam yang teduh dan penuh toleransi ini akan berubah menjadi sosok yang menakutkan. (h.vi).

Memang penanggulangan radikalisme, terorisme bukanlah persoalan sederhana, tetapi dibutuhkan usaha yang sistemik dan kerja sama banyak pihak. Di antara upaya yang harus segera dilakukan adalah menjelaskan ajaran Islam secara benar dan objektif pada satu pihak, dan meluruskan sejumlah kesalahpahaman dalam memaknai konsep-konsep Islam yang dijadikan pijakan oleh para pelaku terror ini. (h.viii).

Rupanya ajakan Abdul Hayyi 'Izb Abdul 'Al, Rektor Universitas al-Azhar untuk memerangi terorisme ini perlu kita dukung secara bersma-sama. "Seluruh dunia diharapkan untuk bersama-sama memboikot dan memerangi terorisme dan ekstremitas, dan tidak membiarkan hal itu dilakukan oleh negara tertntu, karena terorisme adalah musuh bersama bagi dunia." (h.209).

Buku ini ditulis oleh para ulama terkemuka dari pelbagai belahan dunia, sehingga sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin mendapatkan penjelasan yang ototitatif tentang ajaran Islam dalam telaah yang objektif dan berimbang. Selamat membaca. [Ibn Ghifarie]

Judul : Jihad Melawan Teror, Meluruskan Kesalahpahaman tentang Khilafah, Takfiri, Jihad, Hakimiyah, Jahiliyah dan Ekstremitas.
Penulis : Prof. Dr. Syekh Ahmad ath-Thayyib et. al
Penerbit : Lentera Hati dan Pusat Studi Alquran
Cetakan : I, Februari 2016
Halaman : 209

  • view 110