Meneladani Akhlak Rasul

Ibn Ghifarie
Karya Ibn Ghifarie Kategori Buku
dipublikasikan 09 Juni 2016
Meneladani Akhlak Rasul

Satu hal yang tidak disukai Rasulullah adalah bermusuhan dengan siapa pun. Nabi Muhammad saw memilih berdamai ketika ada orang kafir yang ingin berdamai. Pasalnya, Rasul itu penebar cinta damai. Kalau pun harus berperang dengan musuh, ini adalah jalan terakhir untuk mempertahankan kebenara. Pada saat Muhammad dicaci maki seorang pengemis buta yang membenci Islam dan dirinya, dengan sabar Rasul menyuapinya.

Inilah salah satu kisah yang bisa kita ambil hikmahnya dalam buku Mencintai Rasulullah; Teladani Akhlaknya, Pelajari Sunnahnya, karya @Nashihatku. Rasul adalah teladanmu. Teladan di segala bidang, termasuk teladan dalam kemuliaan akhlak.

Coba saja kejadian ini menimpamu, saya jamin ketika dicaci maki oleh seseorang, kamu akan mencaci maki, kamu aka menabuh genderang perang dengannya, bahkan ada yang bermusuhan seumur hidup.  Ketika kamu bertengkar dengan seseorang, misalnya hal ini kerap menciptakan permusuhan sengit. Kamu tidak pernah menyapanya selalu mengabaikannya dan apa pun yang dilakukannya buruk di matamu.

Akan  tetapi, Baginda Rasul mah orangnya nggak begitu. Ketika dicaci maki dan dijelek-jelekin namanya, beliau tidak serta merta menjauhi orang tersebut. Malahan dengan penuh kasih sayang, Nabi mendekatinya dan memberikan pelayanan memuaskan sehingga orang tersebut sadar. Muhmmad menyuapi orang buta yang membencinya dengan segenap keikhlasan. (hal.39-40).

Subhanallah, mulia banget akhlak dan kepribadian kekasih kita Muhammad saw, sehingga lakunya membuat orang lain terpukau, tutur katanya menentramkan jiwa dan dari bibirnya selalu terucap kebaikan.  Nabi Muhammad saw tidak pernah membalas kekerasan dengan kekerasan, kebencian dengan kebancian dan caci maki dengan caci maki kembali. Beliau selalu membalas kekerasan dengan kelebutan, kebencian dengan kecintaan dan caci maki dengan perhatian. Subhanallah, sungguh mulia junjunan kita, nabi Muhammad yang dihormati kawan, dihargai sahabat dan dimuliakan umatnya sepanjang zaman. (hal. 42).

Rasulullah selalu memaafkan sebelum orang itu minta maaf, sementara kita tidak mau memaafkan meskipun orang itu memohon maaf seribu kali. #ItulahRasulullah.  Rasulullah memilih untuk tidak membenci orang yang membencinya, sementara kita selalu membenci orang lain tanpa sebab. #ItulahRasulullah. Hati Rasulullah seluas samudra, sementara hati kita selebar daun kelor. Pelit memaafkan. #ItulahRasulullah. Rasulullah membalas kebencian dengan cinta kasih, sementara kita tidak pernah mengasihi orang yang menebar kebencian kepada kita. #ItulahRasulullah. Rasulullah sabar ketika dirinya dicaci maki dan difitnah, sementara kita tidak sabar ketika caci maki itu merendahkan diri kita. #ItulahRasulullah. (hal.51)

Kehadiran buku ini diharapkan bisa menuntunmu memupuk rasa cinta kepada Baginda Muhammad saw. Buku ini juga dipublikasikan untuk melihat sosok Rasulullah yang sarat dengan keteladanan, kemuliaan dan kejujuran. Dalam dirinya tercermin akhlak yang  mulia, kebaikan hati dan kasih sayang dalam sikap dan laku keseharian.

Melalui kisah-kisah kemuliaan akhlak Rasulullah yang sudah jamak di dengar, kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran tentang pentingnya meneladani kemuliaan Baginda dalam menjalani hidup sehari-hari. Semoga melalui   buku ini kita akan memiliki rasa kagum terhadap Rasulullah sehingga mempertebal keimanan. (hal. 18)

Buku ini sebetulnya belum membahas segala aspek kepribadian Rasulullah yang demikian luas. Namun, mudah-mudahan membantu kita meneladani sebagai aspek kemuliaan akhlak dan pribadi Rasulullah. Selamat membaca. [Ibn Ghifarie]

Judul : Mencintai Rasulullah; Teladani Akhlaknya, Pelajari Sunnahnya.
Penulis : @Nashihatku
Penerbit : Salam Books
Tahun Terbit : Januari 2016
Tebal : 188 Halaman
ISBN : 9786021337882