Meneladani Sang Muazin Bangsa

Ibn Ghifarie
Karya Ibn Ghifarie Kategori Buku
dipublikasikan 28 Januari 2016
Meneladani Sang Muazin Bangsa

Di tengah semakin memudarnya sikap kenegaraan, patriot bangsa, kepemimpinan, ketiadaan idola, figur, teladan yang menimpa bangsa ini, kehadiran buku "Muazin Bangsa dari Makkah Darat,Biografi Intelektual Ahmad Syafii Maarif" ibarat oase di padang pasir.

Secara harpiah, muazin adalah sang pengingat, ia berseru-seru tiada lelah mengingatkan banyak orang untuk menunaikan shalat dan menggapai kebahagiaan. seorang muazin konsisten menyerukan nilai-nilai moralitas dan kebajikan serta mengingatkan orang-orang untuk terhindar dari prilaku-prilaku munkar (buruk).

Menurut Alois A. Nugroho, Guru Besar Etika Komunikasi Politik Universitas Katholik Atmajaya, Buya Safii tak lelah berseru-seru kepada politisis dan birokrat negara agar menjauhi mentalitas thagocracy (maling, pancilok).

Sebagai "Muazin Bangsa" Buya Syafii selalu menggedor-gedor karang-karang ketidakadilan, korupsi yang menggurita, mafia pangan yang terus merusak kemadirian ekonomi, dan tanpa putuh asa mengingatkan semua warga bangsa agar siuman. Indonesia kita, ungkapnya. harus ada sehari sebelum kiamat. (hal. 6-8)

Seruan moral ini tidak lain berpijak pada pendalaman dan perenungan Buya Syafii terhadap realitas yang terjadi bersumber pada alquran. Dengan menjadikan alquran sebagai teman dialog dalam mencari penyebab dan solusi berbagai problem sosial kemanusiaan kontemporer dengan model pembacaan yang baru dan lebih segar. (h.16).

Meskipun berani dan blak-blakan dalam menunjukkan apa yang salah sebagai yang salah, yang kadang-kadang, bahkan merupakan perlawanan terhadap kondisi yang didominasi oleh “kekumuhan moral”, seruang “Sang Muazin” ini tidaklah menebarkan kebencian, apalagi menganjurkan kekerasan. (hal.19). Seperti Mahatma Gandhi dan aktivis-aktivis kemanusiaan yang sekaliber dengannya, sikap antikekerasan senantiasa digarisbawahi oleh Buya Sayafii (hal. 121).

Umat Islam tidak dapat tinggal diam apabila morla bangsa ini meluncur dari waktu ke waktu karena pelecehan terhadap pelaksanaan butir-butir Pancasila dan nilai agama tetap saja berlangsung hampir-hampir tanpa kendali. Kita mengalmai krisis keteladanan yang akut. (hal.382).

Buku ini semacam tafsir terhadap pelajaran-pelajaran yang selama ini disampaikan oleh Buya Syafii. Ia tidak menekankan pada catatan prestasi, sejarah, dan pengalaman hidup, serta perannya dalam negara, tapi pada kontribusi dan konsekuensi yang terbangun dengan gagasan dan pemikiran Buya Syafii selama ini.

Mudah-mudahan kehadiran buku ini sebagai bentuk syukur, apresiasi dan dukungan terhadap dedikasi perjuangan Buya Syafii yang tak lelah menggugah nurani bangsa dan kemanusiaan agar siuman. Mari kita melenadani Sang Muazin tentang keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan yang berpijak pada alquran. Selamat membaca. [Ibn Ghifarie]

Judul : Muazin Bangsa dari Makkah Darat, Biografi Intelektual Ahmad Syafii Maarif
Pengarang : Abdul Munir Mulkan, Hilman Latief, Alois A. Nugroho,Akhmad Sahal, dll
Prolog : M. Amin Abdullah
Epilog : William H. Frederick
Penerbit : MAARIF Institute dan Serambi
Editor : Ahmad Nazib Burhani, Muhd. Abdullah Darraz, Ahmad Fuad Fanani
Halaman : 429 Halaman
ISBN : 978-602-290-047-4
Tahun Terbit : Juni 2015

 

  • view 130